Panther Mania

Forum komunikasi bagi sesama pengguna Isuzu Panther, sekaligus sebagai tempat untuk bertukar informasi sekitar produk Panther.

Monday, June 27, 2005

[panther-mania] Medan-Jakarta dengan Biodiesel

Artikel lama sih.

http://cdc.eng.ui.ac.id/article/articleview/2771/1/2/

Medan-Jakarta dengan Biodiesel

BOGOR -- Sejak Ahad (29/11) dua pekan lalu, iring-iringan kendaraan terdiri
atas dua mobil van Isuzu Panther dan dua truk Mitsubishi mulai bergerak dari
Jalan Bridjen Katamso 51, Medan, Sumatera Utara. Tujuan mereka adalah
Jakarta. Namun, ini bukan konvoi arus balik pemudik Lebaran, melainkan misi
uji coba pemakaian bahan bakar biodiesel yang terbuat dari campuran minyak
kelapa sawit dan solar murni. Biodiesel itu dibawa dalam drum-drum yang
diangkut sendiri oleh truk Mitsubishi yang menjalani pengujian.

Penyelenggara uji coba ini adalah Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI)
yang berkantor di Jalan Salak, Bogor, Jawa Barat. Menurut klaim mereka, ini
uji boca yang pertama di Indonesia. Uji coba ini untuk menunjukkan bahwa
biodiesel bisa menggantikan solar.

Direktur Eksekutif LRPI Dr. Didiek Hadjar Goenadi mengatakan bahwa uji coba
pengganti solar ini akan menempuh jarak Medan-Jakarta, sekitar 1.000
kilometer. Berawal dari kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan dilalui
Pekanbaru, Riau (1/12), Jambi (3/12), Palembang (4/12), Lampung (7/12), dan
berakhir di Departemen Pertanian, di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, pada
10 Desember mendatang.

Menurut Didiek, bahan bakar biodiesel sebenarnya sudah dikembangkan sejak
1992, tetapi baru diuji coba sekitar 2001, yakni sebagai bahan bakar pada bus
milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menempuh
perjalanan Jakarta-Bogor.

Ternyata biodiesel dari kelapa sawit dicampur dengan solar murni dapat
membentuk senyawa yang baik. "Kami kemudian melakukan pencampuran dengan
perbandingan 10 persen biodiesel dan 90 persen solar, hasilnya sangat
menakjubkan, ini sudah dicoba pada bus milik BPPT hingga sekarang," kata
Didiek.

Penelitian pun berkembang, ternyata biodiesel bisa menggantikan solar secara
keseluruhan. Penelitian yang dilakukan hasil kerja sama antara Direktorat
Jenderal Bina Produksi Perkebunan dan Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan
Pemasaran Hasil Pertanian pada Departemen Pertanian, bersama Pusat Penelitian
Kepala Sawit LRPI dan Institut Teknologi Bandung, akhirnya memberanikan diri
menguji coba kemampuan biodiesel ini sebagai pengganti solar dalam jarak
tempuh ribuan kilometer.

Dalam uji coba, dua buah mobil menggunakan bahan bakar solar campuran
biodiesel yang disebut B10 (10 bagian biodiesel dan 90 bagian solar) dengan
asumsi akhir hitungan Rp 1.989 per liter, sangat murah untuk bahan bakar
ramah lingkungan.

Sebenarnya, LRPI juga pernah melakukan uji coba menggunakan biodiesel 100
persen pada mobil bermesin diesel, hasilnya memuaskan. Tapi jika dihitung
lagi, ternyata untuk menjadikan satu liter minyak biodiesel dari kelapa sawit
biaya produksinya mencapai Rp 6.000, berarti jauh lebih mahal dibandingkan
harga solar. "Di sinilah diperlukan bantuan pemerintah jika memang ingin
mengembangkan biodiesel dengan mensubsidi harga pasokan minyak sawit," ujar
Didiek.

Sebenarnya harga biodiesel sangat tergantung pada harga minyak kelapa sawit
(crude palm oil/CPO) yang selalu berfluktuasi. Untuk skala besar, harga CPO
mencapai US$ 400 per ton. Jika dihitung kebutuhan solar sekitar 23 juta ton
per tahun (termasuk 7,2 juta ton solar impor), penggunaan bahan B10 akan
memerlukan sekitar 2,3 juta ton biodiesel atau sekitar 2,4 juta ton CPO.

"Namun, untuk menciptakan biodiesel secara massal diperlukan campur tangan
pemerintah yang bisa mensubsidi CPO untuk bahan baku biodiesel. Kalau ini
terwujud, subsidi untuk solar bisa dikurangi," Didiek berharap.

Jika dapat diproduksi massal, harga biodiesel B10 akan mencapai sekitar Ro
1.989 per liter. Cukup kompetitif bila dibandingkan dengan harga solar dan
keuntungan yang didapat, yakni bahan bakar yang ramah lingkungan.

Menurut Dr. Ir. Darnoko, pencetus ide biodiesel minyak kelapa sawit di Pusat
Penelitian Kelapa Sawit Medan, pihaknya dapat memproduksi B10 ini 25 ton per
bulannya. Biaya produksi untuk menghasilkan satu ton biodiesel minyak kelapa
sawit ini sekitar US$ 282,29.

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan tidak
beracun, biodiesel bisa menggunakan minyak nabati atau minyak goreng bekas.
Secara kimia biodiesel termasuk dalam golongan monoalkil eseter atau metil
ester dengan panjang rantai karbon 12-20. Inilah yang membedakannya dengan
petroleum diesel (solar) yang komponen utamanya adalah karbon.

Didiek mengatakan, ada 10 keuntungan penggunaan biodiesel, yakni tidak perlu
memodifikasi mesin kendaraan, emisinya lebih rendah, tidak menambah efek
rumah kaca, energi yang dihasilkan sama, ada efek pelumasan, cetane number
lebih tinggi, penyimpanan lebih mudah, renewable (bisa mengurangi impor
solar), biodegradable (sama dengan glukosa pencampuran biodiesel dengan
petroleum diesel dapat meningkatkan biodegradable petroleum diesel sampai 500
persen) dan tak beracun.

Didiek memiliki target untuk dicapai. Mereka mengincar pasar industri. Namun,
untuk sementara sebelum ada perhatian dari pemerintah, pihaknya hanya
menggunakan biodiesel untuk kendaraan operasional. deffan purnama

sumber: tempo.co.id


Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/panther-mania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
panther-mania-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Medan-Jakarta dengan Biodiesel

Artikel lama sih.

http://cdc.eng.ui.ac.id/article/articleview/2771/1/2/

Medan-Jakarta dengan Biodiesel

BOGOR -- Sejak Ahad (29/11) dua pekan lalu, iring-iringan kendaraan terdiri
atas dua mobil van Isuzu Panther dan dua truk Mitsubishi mulai bergerak dari
Jalan Bridjen Katamso 51, Medan, Sumatera Utara. Tujuan mereka adalah
Jakarta. Namun, ini bukan konvoi arus balik pemudik Lebaran, melainkan misi
uji coba pemakaian bahan bakar biodiesel yang terbuat dari campuran minyak
kelapa sawit dan solar murni. Biodiesel itu dibawa dalam drum-drum yang
diangkut sendiri oleh truk Mitsubishi yang menjalani pengujian.

Penyelenggara uji coba ini adalah Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI)
yang berkantor di Jalan Salak, Bogor, Jawa Barat. Menurut klaim mereka, ini
uji boca yang pertama di Indonesia. Uji coba ini untuk menunjukkan bahwa
biodiesel bisa menggantikan solar.

Direktur Eksekutif LRPI Dr. Didiek Hadjar Goenadi mengatakan bahwa uji coba
pengganti solar ini akan menempuh jarak Medan-Jakarta, sekitar 1.000
kilometer. Berawal dari kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan dilalui
Pekanbaru, Riau (1/12), Jambi (3/12), Palembang (4/12), Lampung (7/12), dan
berakhir di Departemen Pertanian, di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, pada
10 Desember mendatang.

Menurut Didiek, bahan bakar biodiesel sebenarnya sudah dikembangkan sejak
1992, tetapi baru diuji coba sekitar 2001, yakni sebagai bahan bakar pada bus
milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menempuh
perjalanan Jakarta-Bogor.

Ternyata biodiesel dari kelapa sawit dicampur dengan solar murni dapat
membentuk senyawa yang baik. "Kami kemudian melakukan pencampuran dengan
perbandingan 10 persen biodiesel dan 90 persen solar, hasilnya sangat
menakjubkan, ini sudah dicoba pada bus milik BPPT hingga sekarang," kata
Didiek.

Penelitian pun berkembang, ternyata biodiesel bisa menggantikan solar secara
keseluruhan. Penelitian yang dilakukan hasil kerja sama antara Direktorat
Jenderal Bina Produksi Perkebunan dan Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan
Pemasaran Hasil Pertanian pada Departemen Pertanian, bersama Pusat Penelitian
Kepala Sawit LRPI dan Institut Teknologi Bandung, akhirnya memberanikan diri
menguji coba kemampuan biodiesel ini sebagai pengganti solar dalam jarak
tempuh ribuan kilometer.

Dalam uji coba, dua buah mobil menggunakan bahan bakar solar campuran
biodiesel yang disebut B10 (10 bagian biodiesel dan 90 bagian solar) dengan
asumsi akhir hitungan Rp 1.989 per liter, sangat murah untuk bahan bakar
ramah lingkungan.

Sebenarnya, LRPI juga pernah melakukan uji coba menggunakan biodiesel 100
persen pada mobil bermesin diesel, hasilnya memuaskan. Tapi jika dihitung
lagi, ternyata untuk menjadikan satu liter minyak biodiesel dari kelapa sawit
biaya produksinya mencapai Rp 6.000, berarti jauh lebih mahal dibandingkan
harga solar. "Di sinilah diperlukan bantuan pemerintah jika memang ingin
mengembangkan biodiesel dengan mensubsidi harga pasokan minyak sawit," ujar
Didiek.

Sebenarnya harga biodiesel sangat tergantung pada harga minyak kelapa sawit
(crude palm oil/CPO) yang selalu berfluktuasi. Untuk skala besar, harga CPO
mencapai US$ 400 per ton. Jika dihitung kebutuhan solar sekitar 23 juta ton
per tahun (termasuk 7,2 juta ton solar impor), penggunaan bahan B10 akan
memerlukan sekitar 2,3 juta ton biodiesel atau sekitar 2,4 juta ton CPO.

"Namun, untuk menciptakan biodiesel secara massal diperlukan campur tangan
pemerintah yang bisa mensubsidi CPO untuk bahan baku biodiesel. Kalau ini
terwujud, subsidi untuk solar bisa dikurangi," Didiek berharap.

Jika dapat diproduksi massal, harga biodiesel B10 akan mencapai sekitar Ro
1.989 per liter. Cukup kompetitif bila dibandingkan dengan harga solar dan
keuntungan yang didapat, yakni bahan bakar yang ramah lingkungan.

Menurut Dr. Ir. Darnoko, pencetus ide biodiesel minyak kelapa sawit di Pusat
Penelitian Kelapa Sawit Medan, pihaknya dapat memproduksi B10 ini 25 ton per
bulannya. Biaya produksi untuk menghasilkan satu ton biodiesel minyak kelapa
sawit ini sekitar US$ 282,29.

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan tidak
beracun, biodiesel bisa menggunakan minyak nabati atau minyak goreng bekas.
Secara kimia biodiesel termasuk dalam golongan monoalkil eseter atau metil
ester dengan panjang rantai karbon 12-20. Inilah yang membedakannya dengan
petroleum diesel (solar) yang komponen utamanya adalah karbon.

Didiek mengatakan, ada 10 keuntungan penggunaan biodiesel, yakni tidak perlu
memodifikasi mesin kendaraan, emisinya lebih rendah, tidak menambah efek
rumah kaca, energi yang dihasilkan sama, ada efek pelumasan, cetane number
lebih tinggi, penyimpanan lebih mudah, renewable (bisa mengurangi impor
solar), biodegradable (sama dengan glukosa pencampuran biodiesel dengan
petroleum diesel dapat meningkatkan biodegradable petroleum diesel sampai 500
persen) dan tak beracun.

Didiek memiliki target untuk dicapai. Mereka mengincar pasar industri. Namun,
untuk sementara sebelum ada perhatian dari pemerintah, pihaknya hanya
menggunakan biodiesel untuk kendaraan operasional. deffan purnama

sumber: tempo.co.id

Monday, June 20, 2005

Rizor vs ring diesel

Subject: [panther-mania] Re: Rizor vs ring diesel
Date: Monday 14 March 2005 11:12
From: "Firman Gunadi"

MENARIK !!

Kita bisa bahas bbrp hal.

Pls klik:
http://www.ringdiesel-bensin.com/tabung/main_tabung.html

I. Komparasi Harga:
:: Harga Tabung Ring Diesel-Bensin

Tabung terbuat dari Stainless steel anti karat hingga lebih awet.
U/ Panther : Tabung 1/2 Liter untuk mobil 2.500 s/d 3000 cc
Harga : Rp. 1.050.000 + Option Rp. 600.000,- = Rp1.650.000

Paket 2A (Non Turbo) Rizor: Rp 1.250.000,-

II. Komparasi Performance
Sdh di bahas Pak Hino

III. Komparasi Efisiensi & Emisi
Juga sdh dibahas.

IV. Komparasi fungsi kerja:
1. Pemanas solar (pada umumnya baca: Power Hit, Ring Diesel, SP
Thailand dll):
a. Memanaskan bahan bakar dengan meminjam suhu mesin yang ditranslate
oleh suhu air radiator.
b. Logika yang dipakai adalah dengan suhu fuel lebih tinggi diharapkan
adanya percepatan waktu ledakan dalam combustion chamber.
c. Emisi diharapkan lebih rendah dengan semakin "encer"nya komposisi
parafin dalam bahan bakar
d. Efisiensi juga diharapkan lebih baik karena volume fuel "memuai"
karena adanya pemanasan.
Mohon tanggapan PMers u/ point C & D... Tx.

2. Rizor
a. Basically bekerja di dua sisi: fuel management & back pressure
management
b. Max 1 (simply dikenal sebagai Mata Kucing / spuyer) mengatur secara
bio mechanical kebutuhan solar bagi injection pump. Kelebihan pasokan
yang biasanya tetap dipaksakan masuk akan menjadi asap cumi-cumi
sehingga mesin tidak efisien.
c. Max 2A, berfungsi sebagai katup biomechanical penyimpan udara
buangan back pressure yang dihasilkan sewaktu mesin melakukan
deselerasi. Sehingga sewaktu berakselerasi "simpanan" udara di tabung
Mas 2A secara instan bisa memasok kebutuhan udara u/ pembakaran.
d. Emisi dan konsumsi ditekan sampai batas wajar/optimum melalui
pencegahan oversupply bahan bakar ke injection pump.
e. Performance mesin tetap terjaga sebab supply bahan bakar tetap
terpenuhi dan supply udara juga diatur dengan baik.

IV. Komparasi side efek
Pemanas solar (pada umumnya): Ada kontroversi pemakaian jangka panjang
karena efek pemanasan terhadap seal2 karet.
Rizor: Semakin lama dipakai, diharapkan terjadi natural adjustment
katup2 biomekanikal di dalam semua alat2 rizor.
Tidak ada pembebanan berlebihan akibat panas.

V. Kenapa Rizor jgn digabung dgn pemanas solar?
1. Intelectual Rights
2. Solar yg dipanaskan dikhawatirkan mengalami penurunan kemampuan
pelumasan(sekalipun diklaim tetap affordable), shg kalau dipakasa
masuk ke manajemen mesin Rizor terjadi penurunan performance.

FG

Cetane number of Diesel

http://yarchive.net/car/cetane_number.html

Newsgroups: rec.autos.tech
From: B.Hamilton@irl.cri.nz (Bruce Hamilton)
Subject: Cetane number of Disel
Date: Sun, 02 Feb 1997 06:55:58 GMT

The following post was initially cross-posted to a range of
group. however it didn't make rec.autos.tech because of a typo
in the newsgroups line. I've added a couple of lines of extra
info, and deleted some stuff...

...
The cetane number measures the ignition quality of a diesel fuel.

It is the % volume of cetane ( n-hexadecane, Cetane Number = 100 ) in
alpha methyl naphthalene ( Cetane Number = 0 ), that provides the specified
standard of 13 degrees ( crankshaft angle ) ignition delay at the identical
compression ratio to that of the fuel sample. These days, heptamethyl
nonane - with a Cetane Number of 15 - is used in place of alpha methyl
naphthalene because it is a more stable reference compound.

It is measured in special ASTM variable compression ratio test engine
that is closely controlled with regard to temperatures ( coolant 100C,
intake air 65.6C ), injection pressure ( 1500psi ), injection timing 13
degrees
BTDC, and speed (900rpm ). The compression ratio is adjusted until
combustion occurs at TDC ( the ignition delay is 13 degrees ). The test
is then repeated with reference fuels with five cetane numbers difference,
until two of them have comporession ratios that bracket tthe sample.
The cetane number is then determined by interpolation, and the higher
the Cetane Number, the shorter the delay between injection and ignition.
Now, if the fuel is pure hydrocarbons ( does not contain cetane number
improving agents like alkyl or amyl nitrates ) then the cetace number
can be predicted fairly well using some physical properties, such as
boiling point and aniline point.

It's obvious from the above that the higher the cetane number ( 100 = normal
alkane, 15 = iso-alkane ), then the lower the octane number ( 100 =
iso-alkane,
0 = normal alkane ). This is because the desirable property of gasoline to
prevent knock is the ability to resist autoignition, whereas for diesel, the
desirable property is to autoignite. The octane number of normal alkanes
decreases as carbon chain length increases, whereas the cetane number
increases as the carbon chain length increases. Many other factors also
affect the cetane number, and around 0.5 volume % of cetane number
improvers will increase the cetane number by 10 units. Cetane number
improvers can be alkyl nitrates, primary amyl nitrates, nitrites, or
peroxides.

In general, aromatics and alcohols have low cetane numbers ( that's why
people using methanol in diesels convert it to dimethyl ether ).One of
the obvious effects of running on low cetane number fuel is the increase
in engine noise.

Typically engines are designed to use fuels with Cetane Numbers of 40-55,
because below 38 a more rapid increase in ignition delay. The significance of
the cetane number increases with the speed of the engine, and large, low
speed diesel engines often only specify viscosity, combustion and
contaminant levels, as Cetane Number requirement of the engine is met by
most distillate and residual fuels that have the appropriate propeties.
High speed diesel engines ( as in cars and trucks ) virtually all are designed
to accept fuels around 50 Cetane Numbers, with higher numbers being a
waste.

However, Cetane Number is only one important propety of diesel fuels, with
three of the others being also very important. Firstly, the viscosity is
important because many injection systems rely on the lubricity of the fuel for
lubrication. Secondly, the cold weather properties are important, remember
that
normal alkanes are desirable, but the desirable diesel fraction alkanes
have melting points above 0C temperature, so special flow-enhancing
additives and changes to the hydrocarbon profiles occur seasonally.
That's why it's never a good idea to store diesel from summer for winter
use. Thirdly, diesel in many countries has a legal minimum flash point
( the minimum temperature it must attain to produce sufficient vapours
to ignite when a flame is applied. In all cases it's usually well above
ambient ( 60C+, kerosine is 37C+, whereas gasoline is typically below
-30C ), and anybody mixing a lowert flash point fraction with diesel will
usually void all insurance and warranties on the vehicle. The recent
increase in blending fuels has resulted in significantly more frequent
analyses of fuel tank contents from diesel vehicle fires.

From all of the above, you can see some common factors emerging,
larger normal alkanes are desirable, and they also burn with a less
smoky flame and have higher flash points than gasoline and kerosine,
making them also desirable for home heating fuels, however the relatively
expensive Cetane Index improvers have no value in heating fuels.

Most engines show an increase in ignition delay when the cetane
number is decreased from around 50 to 40, with an increase of 2 degrees
being typical, and minimal advantages accrue of lower CN fuels are used.

Heating oils are often a slightly different fraction, and may have
differing additives ( for cleaner combustion ) to fuels used for high
speed diesel engines. For low speed ( large, stationary and marine
engines ), they often use the cheapest residual fuel oil availble, as
do the larger heating boilers - so there is commonality of fuel as size
increases.

Details of the important, specified properties of various grades
( 1D, 2D, 4D ) of diesel fuel oils can be found in the Annual Book of
ASTM Standards. ASTM D975-93 " Standard Specification for
Diesel Fuel Oils", as can the fuel oil specification for grades
1, 2, 4, 5, and 6 in " Standard Specification for Fuel Oils ASTM
D 396-92. Note that ASTN D975-93 actually defines the low temperature
requirements by dividing the USA into regions. It is possible for
a fuel to meet both specifications, but the diesel specification may have
additional requirements such as Cetane Number and Cloud Point
( temperature at which the fuel goes cloudy ), whereas the Fuel Oil
may have additional limits on the distillation properties, and viscosity at
100C. A fuel has to be tested for all the criteria in each specification
grade before it can be said to comply with the relevant grade in
each specification.

The interchanging and dilution of fuels is performed by
suppliers, taking into account the effect on all of the above, but
especially flash point, as that is closely regulated in many countries.
Adding kerosine and gasoline to diesel can have dramatic, adverse
effects on the flash point, with minimal gains in the flow properties
if the fuel already contains flow-improving additives. Regardless of
what other people may advise, check your insurance policies before
embarking on experimentation. These days, assessors for both vehicle
and insurance companies these days are far more aware of the
signs of the dilution of expensive diesel fuel by cheaper lowerr flash
fuels. Some countries, like NZ, avoid this by having diesel cheaper
than gasoline at the service station, and imposing taxes based on
distance travelled ( as measured by hubometers on vehicle wheels),
number and location of axles, axle loads, and gross vehicle weight,
as they more accurately indicate road damage potential.

For people that are interested in diesel fuel properties and the
effects on engine performance, the following are good sources,
especially the first two....

Internal Combustion Engine Fundamentals
John B. Heywood
McGraw Hill ISBN 0-07-100499-8 (1988 )

Automotive Fuels Reference Book
Keith Owen, Trevor Coley
SAE ISBN 1-56091-589-7 (1995)

Modern Petroleum Technology
edited by G.D.Hobson
John Wiley & Sons ISBN 0-471-262498 (1984 )
--

Friday, June 17, 2005

PEMERINTAH RILIS PENGGUNAAN BIODISEL MINYAK SAWIT

Subject: [panther-mania] OOT: PEMERINTAH RILIS PENGGUNAAN BIODISEL MINYAK
SAWIT
Date: Friday 17 June 2005 09:19
From: Edwin Aldrianto

Mudah-mudahan, dengan dukungan pemerintah, harga biodiesel bisa bersaing
dengan petrodiesel...

http://www.bppt.go.id/berita/news2.php?id=577

BERITA BPPT

PEMERINTAH RILIS PENGGUNAAN BIODISEL MINYAK SAWIT
oleh Humas
Thursday 19th May, 2005 @ 10:20

Pemerintah pada Juni 2005 dijadwalkan merilis pemasyarakatan dan
penggunaan bahan bakar nabati (biodiesel) yang berasal dari minyak
kelapa sawit.

Pemanfaatan sumber energi terbarukan tersebut sejalan dengan kebijakaan
pemerintah mengurangi konsumsi minyak bumi. Menurut sumber Investor
Daily di pelaku industri minyak sawit nasional, pencanangan penggunaan
biodiesel minyak sawit secara nasional menurut rencana dilakukan oleh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber itu menyebutkan, penetapan biodiesel minyak sawit untuk konsumsi
nasional, didasarkan atas daya dukung kecukupan bahan baku berupa minyak
sawit mentah (CPO) di Indonesia. "Biodiesel bisa berasal dari minyak
kedelai, jarak, atau tetes tebu. Tapi, biodiesel dari minyak sawit
menjadi pilihan utama pemerintah," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/5).

Dia mengungkapkan, melihat tren penggunaan biodiesel yang akan meluas di
masa mendatang, sejumlah pelaku industri minyak sawit nasional berencana
menanamkan investasi baru untuk pabrik (plant) biodiesel. Di antara
mereka sangat serius, apalagi dengan adanya komitmen pemerintah untuk
mengerem konsumsi bahan bakar dari minyak bumi sehingga pada gilirannya
konsumsi biodiesel akan meningkat.

Sejauh ini di Indonesia belum ada pabrik minyak sawit yang juga
memproduksi biodiesel secara komersial. Produksi biodiesel dari minyak
sawit masih berskala laboratorium dengan penggunaan terbatas, seperti
dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Puspitek
Serpong, atau pabrik percontohan biodiesel milik Pusat Penelitian Kelapa
Sawit (PPKS) Medan, Sumatera Utara.

Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen CPO terbesar kedua setelah
Malaysia. Kedua negara menguasai sekitar 80% produksi minyak sawit
dunia. Tahun 2005, produksi CPO Indonesia diprediksi mencapai 13,6 juta
ton, naik dari tahun 2004 sebanyak 10,8 juta ton. Sedangkan produksi CPO
Malaysia tahun ini diprediksi naik 2% menjadi 14,6 juta ton.

Bukan Program Khusus

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Aburizal Bakrie saat meninjau
pabrik percontohan biodiesel PPKS Medan, Minggu (15/5), mengatakan bahwa
pemerintah akan menggalakkan pemakaian biodiesel minyak sawit. Apalagi,
harga energi terbarukan seperti biodiesel minyak sawit sudah mendekati
harga minyak bumi.

Namun Aburizal menegaskan, pengembangan biodiesel minyak sawit tidak
akan melalui program khusus. Namun, terbuka peluang penambahan areal
perkebunan kelapa sawit untuk mendukung pemasyarakatan biodiesel minyak
sawit. "Kalau tambahan 10% saja, ada tambahan sekitar 600.000 hektare
tanaman sawit hanya untuk biodiesel," ujarnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) Didiek
Hadjar Goenadi menyebutkan, energi terbarukan (renewable resources) ada
dua yang terkait dengan kegiatan pertanian, yakni biogas dan biofuel.
"Untuk biofuel, minyak kelapa sawit memiliki peluang sangat besar untuk
memberikan kontribusi terhadap bahan bakar pengganti atau substitusi
sebagian dari solar," katanya.

Tuntutan penggunaan energi terbarukan sangat mendesak karena sumber daya
minyak bumi di Indonesia semakin menyusut. Kendati ada sumber-sumber
lain yang tersedia, seperti gas dan batubara, Indonesia harus menyiapkan
alternatif energi terbarukan.

Menurut Didiek, biodisel minyak sawit memiliki keunggulan komparatif,
seperti kemampuan menekan tingkat polusi dan meningkatkan efisiensi
mesin. Bila mobil diesel menggunakan solar biasa, tingkat konsumsi
mencapai 1:13 (1 liter:13 kilometer/KM) tapi kalau campuran biodiesel
solar dengan perbandingan 10:90 (biodiesel 10%, solar 90%), itu tingkat
konsumsi menjadi 1:14 (1 liter:14KM).

Direktur PPKS Witjaksana Darmosarkoro mengatakan, pabrik biodiesel PPKS
memiliki kapasitas 1.000 kiogram (kg) per hari. Angka itu setara dengan
perkebunan kelapa sawit seluas 75-100 ha. Pabrik biodiesel PPKS dibangun
dengan komponen lokal, sehingga mudah diperoleh dan memasangnya.

Dia menambahkan, pemanfaatan biodiesel minyak sawit juga akan mendorong
perkembangan industri sawit nasional. Misalnya, perkembangan industri
sawit di Indonesia pada 2010 diperkirakan mencapai areal seluas 10 juta
ha dengan total produksi CPO 15 juta ton. "Melimpahnya produksi CPO
dikhawatirkan akan mengganggu harga CPO di pasaran. Terkait dengan itu,
pengembangan teknologi hilir, termasuk produksi biodiesel minyak sawit
diharapkan bisa menjadi stabilitator harga CPO," paparnya. (mas)

Sumber : Investor Daily (19/5/05)
*gh

Menaikkan Cetane Number

Subject: [panther-mania] Re: Clean Fuel For Clean Air/OOT
Date: Friday 17 June 2005 11:10
From: "hinotantiyo"

Ada beberapa cara untuk menaikkan cetane number solar ;

1.Dengan melakukan "Upgrading Process" dari solar yang ada (hasilnya
jadi Solar Plus) ; Pada dasarnya hydrocarbon penyusun solar dapat
dibagi jadi 4 categori : Paraffin(&Iso Paraffin) ;Naphtana;Aromatics &
Olefin ; Paraffin & Napthana merupakan senyawa jenuh & punya cetane
number tinggi ;senyawa Aromatics & Olefin merupakan senyawa
hydrocarbon tak jenuh dan punya cetane number rendah ;
Senyawa tak jenuh ini dijenuhkan dalam suatu reaktor bertemperatur
tinggi dgn menambahkan gas hydrogen (hydrotreating process) ; senyawa
aromatics akan jadi naphtana sedang senyawa olefin akan jadi paraffin
;Hasilnya solar akan punya cetane number lebih besar
(Cetane number Naphtana 40-70;Aromatics 0-60;Paraffin 80-110)

2.Dengan mencampur dengan Biodiesel ; Biodiesel dari minyak kelapa
(Coconut Methyl Ester) punya CN samapi 70 ;dari Sawit (Palm Methyl
Ester) punya CN sampai 65 ; makin tinggi prosentase biodieselnya;makin
tinggi kenaikkan CN nya;

3.Menambahkan additve ;ada beberapa additive yang dipakai untuk
menaikkan CN ;
    - Nitrate & derivatives ; senyawa nitrete yang paling banyak
dipakai untuk additive adalah 2 Ethylhexylnitrate (2 EHN) ;500-4000
ppm dari senyawa ini bisa menaikkan 3-8 angka CN ;2 EHN merupakan
additive CN yang paling banyak dipakai saat ini

     - Peroxides & derivatives : senyawa peroxide yg paling umum
dipakai Ditertiary butyl peroxide (DTBP) ; penggunaannya masih belum
sebanyak 2 EHN ;

      - Vegetable oil + chemical & derivatives : Mulai banyak
dikembangkan sebagai alternatif additive termasuk BioAdd
Ada yg mau koreksi/nambahin ??
Regards

Hino

Clean Fuel For Clean Air/OOT

Subject: [panther-mania] Clean Fuel For Clean Air/OOT
Date: Friday 17 June 2005 09:28
From: "hinotantiyo"

Dear All
Kualitas bahan bakar sangat berpengaruh pada hasil emisi buang pada
kendaraan bermotor ; Khusus di Indonesia ada 2 hal yang masih menonjol
mempengaruhi kualitas gas buang ; yaitu Lead pada bensin/premium &
sulfur pada solar/diesel ;
Dibanyak negara Asia ; bahkan yang punya Gross National Product
(pendapatan per capita) lebih rendah dari Indonesia ;sudah "free of
lead" on all of gasoline fuels ;berikut datanya :

Phase Out of Leaded Gasoline - Nation Wide Ban
1.Tahiland  (1996)
2.Malaysia(1998)
3.Nepal(1999)
4.Hongkong SAR(1999)
5.Bangladesh (1999)
6.Taiwan (2000)
7.China (2000)
8.India (2000)
9.Philippines(2001)
10.Vietnam (2001)
11.Srilanka (2002)

Indonesia diencanakan th.2003 terus ditunda th.2005 terus ditunda
lagi......(kagak ada biaya)

Dan hal kandungan sulfur ;kita bandingkan dengan beberapa negara di
Asia + USA & EU  ; sbb ;

Hongkong SAR : 1995-2000 ppm ;2000-500 ppm ;2005-50 ppm;
China        ;  1995-5000 ppm ; 2000-2000 ppm; 2005-500    ppm,2007-350ppm
Japan : 1995-500 ppm;2000-100 ppm ;2005-50 ppm;2007-10 ppm
India : 1995-5000 ppm ;2000-2500 ppm;2005-500ppm
Korea : 1995-500 ppm;2000-500 ppm-2005-300 ppm;2008-50ppm
Philippines : 1995-5000 ppm,2000-5000 ppm;2005-500 ppm
Taiwan :1995-3000ppm ; 2000-500 ppm ;2005 350 ppm;2007 -50 ppm
Thailand :1995-2500 ppm ; 2000-500 ppm ;2005-350 ppm ; 2008-50 ppm
Singapore : 1995-3000 ppm ; 2000-500 ppm ;2005-50 ppm
Srilanka : 2000-3000 ppm ; 2005-3000ppm
Vietnam : 1995-10000ppm ;2000-2000ppm ; 2005-500ppm

USA     : 1995-500ppm ;2000-500 ppm;2005-500 ppm ;2006- 15 ppm
E U     : 1995-500 ppm;2000-350 ppm;2005-50 ppm,2009 - 10 ppm

Indonesia : 1995-5000 ppm;2000-5000 ppm;2005-5000 ppm

Rencana 2006/2007 secara gradual mulai dipasarkan solar dgn kandungan
500 ppm (masih rencana) ..........

Dari kedua data diatas terlihat di negara mana kualitas "racun" bahan
bakarnya yg nomor wahid.......;
Harus ada niat serius dari semua pihak kalau ngga mau dapat gelar yang
"terjorok" di dunia..........

Sorry buat yg ngga berkenan/OOT/koreksi bila salah

Regards

Hino

Thursday, June 16, 2005

Liqui Moly & Jet Clean

Subject: [panther-mania] Liqui Moly & Jet Clean
Date: Friday 03 December 2004 17:04
From: "yudihrs"

Rekan-rekan
Setelah lama nggak monitor milist, selama ini sibuk tanya' sana
tanya' sini cari Liqui Moly selain di Sinergy. Saya akhirnya dapat
info langsung dari importirnya beberapa bengkel yang menjual Liqui
Moly. Untuk Jakpus bisa ke Bengkel "SLT" di tanah abang (sebelah
paswalpres, bengkel yang ada pom bensinya), untuk daerah depok bisa
ke Bengkel "Metropolitan", "Setia Mobilindo" (bengkel
Toyota), "Lautan berlian" (Bengkel Mitsubishi), daerah lainnya saya
nggak tanya.
Info dari mereka juga: Formula Liqui Moly sama dengan Jetclean, 
mereka satu Induk company di Jerman dengan nama product "Diesel
Purge". Dengan Kemasan Jetclean yang lebih sederhana dan aromanya
juga berbeda, harga Jetclean lebih murah dibanding dengan Liqui Moly.
Yang di depok, mas Bebek, kalo mau coba bisa lewat japri, saya ada
stok lebih untuk Jetclean (sengaja beli lebih buat persediaan).

Buat Info, Hi-Sporty 97 saya, yang dulunya 1:8,5
(Tol/macet/kombinasi), setelah di-Diesel Purge menjadi 1:10,5 dan
lebaran kemarin ke anyer (lancar/tol) bisa 1:13

Salam

Monday, June 13, 2005

SERUPA TAPI TAK SAMA

Subject: Re: [panther-mania] SERUPA TAPI TAK SAMA
Date: Thursday 17 June 2004 01:32
From: "Dani Bahar S"

SUARA PEMBARUAN DAILY
----------------------------------------------------------------------------
----

Kenapa Tavera Sama Dengan Panther?
Anda mungkin bertanya, mengapa GMI membuat Tavera sama dengan bentuk Panther
Touring. Atau, mengapa Chevrolet yang mempunyai banyak produk MPV tidak
menggunakan salah satunya. Anda pun tak perlu bingung. Sebab di dalam
aliansi General Motor (GM) telah bergabung beberapa merek kendaraan
internasional selain Chevrolet dan Isuzu. Untuk merek-merek lain bisa
disebut, Suzuki, Opel, Vauxhall, Holden, Saab, Subaru, Pontiac dan masih ada
lagi lainnya.

Dan dalam platform mereka setiap kendaraan yang diproduksi GM bisa dimereki
apa saja seperti, Zafira. Merek ini diapliksi Chevrolet untuk pasar Amerika
dan Indonesia. Sedangkan di Inggris Zafira dipakai oleh Vauxhall. Sementara
di Jepang, Zafira memakai titel Subaru. Mengapa demikian? Intinya,
tergantung tingkat kepopuleran sebuah merek kendaraan di tiap negara.

Tavera merupakan salah satu dari ratusan produk yang lahir dari program GM
Auto World. Auto World merupakan bentuk kerja sama bagi setiap agen merek di
bawah naungan GM.

Seperti diketahui GM telah mengusai 49 persen saham Isuzu Jepang. Sementara
di Indonesia, selain mempunyai GMI --sebagai under bow-nya GM secara tidak
langsung mempunyai hak kerja sama dengan PM, pemegang merek Isuzu di sini.

Maka ketika GMI ingin memproduksi sebuah kendaraan setelah diajukan ke GM
keduanya (antara GMI dan PM) bisa melakukan kerja sama. Cara ini ditempuh
selain untuk meminimalis biaya produksi juga untuk menguatkan aliansi
mereka.

Begitu pula sebaliknya, bila Isuzu Indonesia tertarik dengan Opel Blazer,
maka mereka bisa saja bertukar produk.

Jadi jangan heran jika suatu saat nanti GMI menjual Suzuki Baleno lalu
dimereki Pontiak. Atau atas permintaan GM, PT Indomobil (Suzuki) membuat
kerja sama dengan PT Pantja Motor (Isuzu) membuat produk baru. Jadi inilah
bentuk aliansi global industri otomotif dunia.

Selain GM, aliansi lain yaitu, DaimlerChrysler (Mercedes Benz, Chrysler,
Jeep, Mitsubishi, Hyundai dan Smart), Ford Motor Company (Ford, Mazda,
Volvo, Jaguar, Land Rover dan Lincoln), BMW Group (BMW dan Rover),
Renault-Nissan, VW Group (VW, Audi, Roll Royce, Bentley, Lamborghini,
Bugatti dan Scoda). Bahkan Toyota telah merangkul Daihatsu dan Proton.

Sedangkan yang masih adem ayem adalah Honda.

Wisnu GA

4 JJ 1-TC vs 2KD FTV

Subject: [panther-mania] 4 JJ 1-TC vs 2KD FTV
Date: Monday 13 June 2005 15:59
From: "hinotantiyo"

Dear All ;
Negara Thailand sudah mulai menyiapkan untuk regulasi Euro III ;Hal
ini membuat banyak pabrik mobil disana; Isuzu termasuk yang juga
melakukan revisi pada mesin D-Max nya ; Mesin 4JA1 T (2500 cc seperti
mesin Panther) diganti 4JK 1-TC dan mesin versi 3000 cc nya (4JH 1 T)
diganti
dengan 4 JJ 1-TC ;
Yang menarik mesin-mesin baru Isuzu ini sudah mengadopsi mesin diesel
turbo commonrail generasi ke -3 dengan tekanan injeksi 1800 Bar !!!
(Bandingkan dengan C 223 yang sekitar 135 Bar & 4 JA 1T yang sekitar
185 bar);
Bisa baca di website sbb:
http://www.isuzu-tis.com/eng_model/cab4/006.htm

Bagaimana dengan di Indonesia ??? Rencana regulasi Euro 2 (untuk mobil
diesel paling lambat 2007) bersamaan dipasarkannya "Low Sulfur"Diesel
Fuel ;mengharuskan Isuzu "do something" dengan mesin 4JA 1/4JA 1 T yang
sudah hampir 9 tahun dipasang pada Isuzu Panther ;Bila mengacu pada
Thailand maka satu-satunya alternatif(paling ngga sampai sekarang)
cuma mesin 4JK 1 TC ;
Konon dibanding saingannya yang lebih dulu dipasarkan; 2 KD FTV ;
Dari segi teknologi 4JK 1 sudah mengadopsi turbo commonrail generasi
ke 3 (1800 bar) dibanding 2KD FTV masih pakai turbocommonrail generasi
ke 1 (1350 bar);
Dari segi Fuel Economy (pemakaian kombinasi) 4JK 1 TC juga lebih
unggul dengan 18-19 km/lt dibanding dengan 2KD FTV yang 15-16 km/lt;
Dari segi tenaga ; 4 JK 1 TC punya max power 116 dk sedang 2KD FTV
punya max power 102 dk;
Dari segi kebisingan : 4JK1 TC= 47 decibel ;2KD FTV = 49 decibel ;
(Bandingkan dengan yg Panther sekarang 57 decibel)
Berarti dari semua item diatas 4JK1 TC lebih baik dari 2KD FTV

Masalahnya harga teknologi turbocommonrail cukup mahal ;
Akankah mesin ini jadi dipasang di "All New Panther" ??
Dari berbagai sumber.....;
Cuma pendapat pribadi/tolong dikoreksi kalau salah

Regards

Hino

Wednesday, June 08, 2005

Body miring, bagian mana yang mesti di cek ?

Alo bung Fajar...
 
Saya pernah punya pengalaman bodi Ispan miring...jangan buru2 salahkan per...
Pertama selain cek cacat chasis juga tolong cek apakah ketinggian torsi depan kiri dan kanan sudah sama? Kalo mau hasilnya prima, periksa juga rubber bushingnya, apakah yang didepan dan dibelakang (di A-arm suspensi depan atas dan lengan bawah, di stabiliser depan dan di per belakang). Beli yang asli lebih baik, soal pasang bisa sendiri atau di tukang per (kecuali utk A-arm depan dan lengan bawah hrs dipres).
 
Lalu ukur ketinggian torsi, cara yang paling gampang adalah dengan mengukur dan menyamakan jarak bibir spatbor dengan bibir bawah velg (4 posisi)...utk New Royale, Grand Royal, Royal, Deluxe, Grand Deluxe, Standar, HiGrade 2300cc velg 14 angkanya berkisar 59 - 60 cm. Kalo utk HiGrade 2500cc, Sporty dan HiSporty, karena bodinya diganjal dan velgnya 15 tentu berbeda...dari velg aja sdh nambah 0,5 inch (= 1,3 cm) belum ganjalnya...bisa dicek di Astra Isuzu nih...
 
Cek ulang...apa masih miring...lalu spooring...kadang2 cambernya mati...yang dilakukan bengkel spooring utk mengejar camber, biasanya mereka turunkan torsinya, karena memang Ispan bukan Kijang yang lengan bawahnya punya baut eksentrik, maka yang perlu dilakukan adalah memutar fulcrum di A-arm, yang tadinya sisi luar menjadi didalam, tukang suspensi/spooring sebenarnya tahu masalah ini...cuman males karena hrs melepas baut penahan rumah shock absorber depan dan melonggarkan baut A-arm, memutar fulcrum dan mengencangkan ulang dan memasang lagi semuanya...
 
Jadi don't worry...klo soal bodi miring, asal chasis bener paling2 soal torsi dan fulcrum di mobil anda...
 
Itu sharing saya, semoga bermanfaat...salam,
 
Bambang Adi Pratignjo - D1850CA - Bandung


mf412nb <mf412nb@yahoo.com> wrote:
sejak kapan miring bgitu Om? apa pernah tabrakan? kalo diliat dr depan apa miring juga? mgkn cuma silap mata.......coba ukur dulu pake waterpass sapa tau lantainya yg miring :))


--- In panther-mania@yahoogroups.com, "Fajar" <fajar-hardi@t...> wrote:
> Mau nanya nih, mobil saya kalo dilihat dari belakang kok kayak agak miring ke kiri saat ditaruh pada tempat yang rata? Padahal shock absorber ndak ada masalah. Apakah pegas daunnya yang ada masalah? Perlu ganti total atau apa bisa cuma direpair dan bisa tahan lama ? (di roll ulang )
>
> Thks


Discover Yahoo!
Have fun online with music videos, cool games, IM & more. Check it out!

Yahoo! Groups Links

Subject: Re: [panther-mania] shockbreaker stopper..
Date: Wednesday 08 June 2005 08:24
From: Bambang Adi Pratigjo

--- In panther-mania@yahoogroups.com, "Fajar" <fajar-hardi@t...> wrote:
> Mau nanya nih, mobil saya kalo dilihat dari belakang kok kayak agak miring
> ke kiri saat ditaruh pada tempat yang rata? Padahal shock absorber ndak ada
> masalah. Apakah pegas daunnya yang ada masalah? Perlu ganti total atau apa
> bisa cuma direpair dan bisa tahan lama ? (di roll ulang )

Alo bung Fajar...

Saya pernah punya pengalaman bodi Ispan miring...jangan buru2 salahkan per...
Pertama selain cek cacat chasis juga tolong cek apakah ketinggian torsi depan
kiri dan kanan sudah sama? Kalo mau hasilnya prima, periksa juga rubber
bushingnya, apakah yang didepan dan dibelakang (di A-arm suspensi depan atas
dan lengan bawah, di stabiliser depan dan di per belakang). Beli yang asli
lebih baik, soal pasang bisa sendiri atau di tukang per (kecuali utk A-arm
depan dan lengan bawah hrs dipres).

Lalu ukur ketinggian torsi, cara yang paling gampang adalah dengan mengukur
dan menyamakan jarak bibir spatbor dengan bibir bawah velg (4 posisi)...utk
New Royale, Grand Royal, Royal, Deluxe, Grand Deluxe, Standar, HiGrade
2300cc velg 14 angkanya berkisar 59 - 60 cm. Kalo utk HiGrade 2500cc, Sporty
dan HiSporty, karena bodinya diganjal dan velgnya 15 tentu berbeda...dari
velg aja sdh nambah 0,5 inch (= 1,3 cm) belum ganjalnya...bisa dicek di
Astra Isuzu nih...

Cek ulang...apa masih miring...lalu spooring...kadang2 cambernya mati...yang
dilakukan bengkel spooring utk mengejar camber, biasanya mereka turunkan
torsinya, karena memang Ispan bukan Kijang yang lengan bawahnya punya baut
eksentrik, maka yang perlu dilakukan adalah memutar fulcrum di A-arm, yang
tadinya sisi luar menjadi didalam, tukang suspensi/spooring sebenarnya tahu
masalah ini...cuman males karena hrs melepas baut penahan rumah shock
absorber depan dan melonggarkan baut A-arm, memutar fulcrum dan
mengencangkan ulang dan memasang lagi semuanya...

Jadi don't worry...klo soal bodi miring, asal chasis bener paling2 soal torsi
dan fulcrum di mobil anda...

Itu sharing saya, semoga bermanfaat...salam,

Bambang Adi Pratignjo - D1850CA - Bandung

Tuesday, June 07, 2005

Diesel vs Gasoline - Euro V

Subject: [panther-mania] Diesel vs Gasoline - Euro V
Date: Tuesday 07 June 2005 14:29
From: "hinotantiyo"

Masih jadi banyak perdebatan banyak pihak ; Mana yg lebih mencemari
lingkungan; emisi mesin diesel atau mesin bensin ?? Lebih banyak pihak
berpendapat emisi mesin diesel lebih berbahaya karena asap buang mesin
diesel lebih "berasap" & "jorok" ; Kalau di adakan analisa di lab
;mesin diesel lebih banyak membuang emisi particulate & NOx yg
kebetulan lebih "terlihat" ;sedang emisi mesin bensin lebih banyak
membuang CO2,CO & Hydrocarbon yang lebih "tak terlihat" ; tapi semua
type buangan diatas berdampak negatif terhadap kesehatan & lingkungan
hidup ;
Dalam regulasi Euro I(1992);Euro II(1996);Euro III(2000) & Euro IV(2005)
Standard emisi masih dibedakan antara mesin diesel & bensin ;
Paling lambat tahun 2010 akan diberlakukan Euro V ; pada tahap ini
sudah tidak dibedakan regulasi antara mesin diesel & bensin ;Semua
mobil diesel akan dilengkapi dgn particulate/NOx Catalytic untuk
menurunkan kadar emisi buangnya sehingga bisa memenuhi standard Euro V ;
Sebenarnya dibanding waktu masih Euro I ; dalam Euro IV kadar
particulate mobil diesel sudah turun 82% sedang NOx sudah turun 70% ;
Pada Euro V jauh lebih strict (dibanding Euro I) kadar particulate
sudah turun 98% sedang NOx turun 90%) ;
Jadi pada tahun 2010 ;sudah ngga perlu didebatkan lagi ;yang mana
lebih mencemari.......;Pada satat ini emisi buang Particulate,NOx,CO&
Hydrocarbon akan dibuat standard yang sama(dan sangat strict) antara
diesel & gasoline cars....;Cuma dalam emisi CO2 mobil gasoline masih
membuang 30-40% CO2 lebih banyak dari diesel car ;CO2 ini langsung
berbanding lurus dengan efisiesi & fuel economy & merupakan "end
product" ........ ; Jadi pada saat itu mobil diesel secara
"absolute"sudah lebih ramah lingkungan dibanding mobil gasoline ;

Dalam hal "fuel economy" juga mobil diesel makin jauh meninggalkan
mobil gasoline ; bila saat ini perbedaan efisiensi masih 30-50% dimasa
mendatang bisa 60-70% ; bahkan Volkswagen sudah membuktikan mobil
diesel masih lebih efisien dibanding Petrol Hybrid yang sekarang mulai
popular..............;
Di Eropa & Korea Selatan penjualan mobil diesel sudah melewati versi
gasoline-nya ; Dalam beberapa tahun lagi hal serupa akan terjadi di
India ;Selengkapnya bisa dibaca di :

http://www.bosch-presse.de/TBWebDB/bosch-ptj/en-US/PressText.cfm?CFID=1218352
&CFTOKEN=ffafafae025666ed-CC765BEE-9027-CA2D-00A7860865C65527&Search=0&id=216
0 http://www.platinum.matthey.com/media_room/1076522404.html

Popularitas diesel juga mulai berkembang dibanyak negara seperti
Thailand & bahkan penjualan mobil diesel di Amrik sudah naik 60% dalam
2 tahun terakhir.......

Bahan bakar diesel juga bisa disubtitusi dengan bio fuel/minyak nabati
seperti Biodiesel disamping di synthesis dari batubara (Coal to Liquid
Fuel)dan Gas Alam (Gas to Liquid Fuel);Dengan bahan subtitusi diatas
mobil diesel akan jauh lebih ramah lingkungan...........& semuanya
ada melimpah di Indonesia...........

Welcome to diesel era................
Sorry kalau OOT/Tolong dikoreksi kalau salah

Regards

Hino

Monday, June 06, 2005

Solar Oplosan

Subject: [panther-mania] Solar Oplosan
Date: Monday 06 June 2005 07:43
From: "hinotantiyo"

Dari Liputan 6 SCTV tentang makin maraknya pengoplosan solar ; Suatu
perbuatan yang sangat merugikan para pengguna kendaraan bermotor ;
beritanya bisa dibaca :

http://www.liputan6.com/fullnews/102256.html

Bahan yang paling sering dipakai untuk mengoplos adalah
kerosene/minyak tanah bersubsidi yg harganya memang berbeda jauh
dengan solar ; Pencampuran kerosene dalam solar dalam persentase besar
(30% atau lebih)
akan sangat mempengaruhi kualitas solar yang dioplos ; cetane number
turun , flash point turun & yang parah lubricative power (daya
pelumasan)dari bahan bakar akan turun sehingga dalam jangka panjang akan
membuat umur pompa injeksi jadi lebih pendek..........; alam pemakaian
sehari-hari akan terasa mesin jadi lebih berisik & bergetar;

Akan lebih payah kalau masih dicampur lagi limbah lubricant
oil/residue oil ; dalam kasus ini mesin bisa jebol...........

Air juga sekarang mulai dijadikan bahan pencampur pengoplosan ;krn
senyawa aromatics dalam solar memang masih sedikit bisa bercampur
dengan air.............

Tanpa penanganan yg serius ; pengoplosan ini bisa makin marak &
akhirnya konsumen lah yang paling dirugikan .........

Ada rencana Pertamina untuk segera memberi warna kerosene dengan
mencampur dengan black-low sulfur wax residue sehingga warna kerosene
akan sangat mudah dibedakan dengan solar ;

Semoga dimasa mendatang hal ini dapat terus diperbaiki sehingga tidak
merugikan konsumen pemakai bbm...........

Regards

Hino

Diesel vs Gasoline vs Hybrid

Subject: [panther-mania] Diesel vs Gasoline vs Hybrid
Date: Monday 06 June 2005 10:48
From: "hinotantiyo"

Data perbandingan performance dari sedan buatan "the power of dreams"
type Accord dari versi petrol-hybrid;diesel;gasoline V-4 & gasoline V-6;
Selengkapnya baca di :
http://www.greencarcongress.com/2004/12/comparing_accor.html

Yang cukup mengagetkan si pabrikan yang baru buat & pasang pertama
kali mesin diesel pada Accord untuk market Eropa ini (type 2.2i - CTDi)
sudah punya perfomance terbaik dalam hal fuel economy (paling irit);
max torque (paling besar torsinya) & CO2 emission (paling bersih
buangan CO 2 nya) ;
Fuel economy yang dicapai adalah 5,44 lt bbm untuk 100 km !!
mengalahkan versi hybrid nya yang untuk jarak yang sama perlu 7,13 lt
bbm ;
Versi hybrid lebih unggul pada akselarasi & max power ;

Ini membuktikan bahwa mobil diesel masih sangat efisien bahkan kalau
dibanding mobil hybrid yang lebih rentan akan maintenance & kelistrikan
Mobil diesel juga terus dapat dikembangkan sehingga jauh lebih ramah
lingkungan (test diatas masih pakai petro-diesel belum dipakai
biodiesel) ;Pada Euro IV sekarang emisi buang mobil diesel sudah
90-95% lebih bersih dari sebelum diterakannya regulasi Euro ;

Mobil gasoline konvensional sudah kalah jauh............;
Padahal rumor yg beredar bahwa para engineer di "the power of dreams"
agak setengah hati dalam men "develop" mesin diesel karena "gasoline"
tradition disana sangat kuat;Tidak diragukan mereka adalah salah satu
pembuat mesin gasoline terbaik &terefisien di dunia ; tapi ketika
mulai buat mesin diesel ;terlihat bahwa efisiesi i-VTEC atau i-DSI
atau VTiL dll ternyata kalah jauh dari versi dieselnya ;

Regards

Hino

Friday, June 03, 2005

Bengkel

Oli:
Synergy - Daan Mogot, Hendrik, 5667222
Dunia Oli - Green Garden
Toda Racing - Jl Radio Dalam Raya 12, 723 7966
Koh Ayung - Sentral Mas Motor, Atrium Senen Blok C52, 3846186. Minggu tutup.

Ban:
Serikat Ban di Pecenongan.....the best price in town, letaknya di seberang
AUTO 2000, antara AUTO 2000 & hotel Alila.

Cat:
Bengkel Nagasakti, Jl. Meruya Selatan no. 8, 5845856, 5846133
orangnya perfeksionis, dalam urusan mencampur cat saja dia mencampur sendiri,
nggak percaya dengan anak buah atau timbangan komputer...dan harus dibuktikan
selama 3 hari sesudah sample disemprot...kalau dia yakin warna persis sama
barulah pengecatan dimulai.
Biasanya dia menggunakan epoxy Akzo Nobel, cat Standox - Herbert serta
hardenener (top coat / vernish) Spies Hecker.

Bengkel Suzuki Cibubur Jl. Radar Auri, 87753685
Ada body repairnya dan terima asuransi juga. Hasilnya bagus. Catnya spies
hecker. Ada garansi 6 bulan.

Rizor: Ricky Sahroni di 0816 16 060 16

Power Window: Pasang relay bisa di Prima Karya (Dani) Atrium Senen, lt.V Blok
A / 24, telp. 3840709. Biaya 50rb/pintu

Bengkel: Garden Speed - Jak Sel, Taqwa, 7512625

Spooring & balancing: Start tyre, Pecenongan 25, 3440680, 3813065

Utk reparasi bangku yg oke, mengganti busa:
Bengkel SINAR BARU
Jl. Dr. Sutomo, Karang Timur, Ciledug.
Tel. 584 9156 - 585 7191 - 0811 972572
Contact Person : HANURI.
Dulu LS 25 AT 2001 saya, nggak ada arm rest tengah, saya bikin di tempat
mereka. Hasilnya rapi bgt. Buat reparasi jok jangan ke kebon sirih, orang2
nya banyak yg nggak jujur.

Om Hendra: shockbreaker Magnum Monroe (225K sepasang), klakson Italy

Toko aksesoris & spareparts:
Sumber Jaya Motor, 54380778, pak Amen, bisa diantar
Prima Karya (Dani) Atrium Senen, lt.V Blok A / 24, telp. 3840709
Engine Mounting 310rb sepasang, Transmisi Mounting, 165rb, asli JPG (I8)

AC: Puncak, Jl. Haji Nawi

Purge

Untuk mesin diesel standard

1. Lepas selang yg keluar dr filter solar (selang menuju Injection Pump)
2. Lepas selang dari Injection Pump, selang utk aliran balik solar ke tangki
3. Masukkan kedua selang tsb. ke dalam botol Diesel Purge
4. Jalankan mesin hingga cairan diesel Purge di dalam tabung habis.
5. Matikan mesin
6. Pasang balik semua selang ke posisi semula.
7. Pompa water separator, hingga solar kembali memenuhi selang menuju
Injection Pump

Untuk mesin diesel yang menggunakan Rizor - RFP :

1. Lepas selang yg keluar dr filter solar (hanya satu selang yg keluar dr
filter solar, selang yang menuju input RFP).
2. Masukkan selang tsb. ke dalam botol Diesel Purge
3. Jalankan mesin hingga cairan diesel Purge di dalam tabung habis.
4. Matikan mesin
5. Pasang balik semua selang ke posisi semula.
6. Pompa water separator, hingga solar kembali memenuhi selang menuju
Injection Pump.

waktu dikerjakan di Synergy tidak sesuai dengan instruction manualnya, karena
gas dibiarkan stationer terus seharusnya setelah 10 menit stationer, kemudian
gas mainkan terus dibawah 3000 rpm sampai habis sesuai petunjuk, hasilnya
pasti lebih baik, lebih bersih.

http:www.mindspring.com/~houlihan/merc/purge.htm

Untuk Jakpus bisa ke Bengkel "SLT" di tanah abang (sebelah paswalpres, bengkel
yang ada pom bensinya), untuk daerah depok bisa ke Bengkel "Metropolitan",
"Setia Mobilindo" (bengkel Toyota), "Lautan berlian" (Bengkel Mitsubishi),
daerah lainnya saya nggak tanya.
Info dari mereka juga: Formula Liqui Moly sama dengan Jetclean, mereka satu
Induk company di Jerman dengan nama product "Diesel Purge". Dengan Kemasan
Jetclean yang lebih sederhana dan aromanya juga berbeda, harga Jetclean lebih
murah dibanding dengan Liqui Moly.

Toda, 1 ltr 95rb, 0,5 ltr 53rb, purging dilakukan sendiri
Synergy 0,5 ltr 55rb termasuk ongkos purging

Produk RIZOR

Produk RIZOR terbagi dalam 3 kelompok utama :

1. Paket Performa
Paket 2A untuk kendaraan Non turbo
Paket 2B untuk kendaraan Turbo Muffler (dalam tahap R&D)

2. Paket Efisiensi
RFP kendaraan Turbo & Non turbo.
RFEM untuk kendaraan niaga dan Alat berat.
REPS untuk Pembangkit Listrik.

3. Paket Umur Panjang
Filter Udara
Filter Solar

Paket terakhir ini (filter), sementara hanya tersedia untuk kendaraan tertentu

Peredam

Kondisi mobil :

Mobil 1 (minibus diesel) tahun 2001 awal :
- Pintu2 diberi karet balon
- lantai full peredam
- Firewall bagian dalam diberi peredam
- Kap mesin & firewall mesin diberi peredam
- Atap kabin diberi peredam
- Pintu2 tidak diberi peredam

Mobil 2 (minibus diesel) tahun 2001 awal :
- Pintu2 diberi karet balon
- Lantai full peredam
- Firewall bagian dalam diberi peredam
- kap mesin ada peredam (standard)
- Atap kabin tidak diberi peredam
- Pintu depan kanan - kiri, serta pintu paling belakang diberi peredam

Setelah membuat perbandingan antara kedua mobil, terutama pada 2 daerah yg
berbeda :

Atap (roof) vs. pintu
Ternyata pemberian peredam pada pintu, terutama pintu depan lebih memberi efek
positive.

Apalagi jika pintu depan diberi peredam secara berganda, di pelat bagian dalam
pintu, serta rangka di balik door trim pintu.

Kalau pasang :

1. Karet balon : bisa dilakukan sendiri. Karet balon mutlak harus dipasang.
2. Peredam tempel / bakar pada pintu / lantai : instalatur2 pada umumnya bisa
mengerjakan, asal pastikan mereka kerjanya rapi
3. Pemasangan peredam pada firewall bagian dalam : disarankan utk tidak
mencopot dashboard, harus hati hati, biasanya peredam dipotong kecil2 /
sedang2, lalu ditempel 1 per 1. Ditempel sampai bagian atas, sejauh tangan
mampu menjangkau.
4. Utk lantai : di atas transmisi, gardan, rumah roda, peredam sebaiknya
diberi 2 lapis.

Oli

Apakah yang dimaksud dengan oli yang bagus?

Parameter oli yg umum dilihat biasanya diukur dari:
Viscosity Index: makin tinggi angka VI suatu oli, oli tsb. akan makin mampu
menghadapi perlakuan extrem (tekanan, tempratur tinggi) molekulnya nggak
mudah breakdown.

Flash point: temprature tertinggi dimana oli tetap dalam kondisi baik sebelum
mengalami breakdown, makin tinggi Flaspoint makin OK.

TBN number: Total Base Number, Base (basa) diperlukan oleh oli mesin diesel
utk menetralisir senyawa sulfur yg terjadi akibat kandungan sulfur dlm solar.
satuannya adalah mg/KOH. kalau nggak salah utk mobil bensin TBN sekitar 6-7
sedang utk mesin diesel bisa 9 - 10 (CMIIW).

API Service / ACEA rating: API Service / ACEA rating yg lebih baru menuntut
kemampuan oli utk menjaga mesin tetap bersih / meninggalkan makin sedikit
sludge / endapan pada mesin (erat kaitannya dng kandungan deterjen pada oli).
kriterianya apa saja bisa dilihat di www.lubrizol.com bagian knowledge (isi
form dulu, baru bisa masuk).

Utk mesin diesel ACEA rating dilihat dari hurup depannya:
E - utk mesin2 diesel hevay duty purpose (menaik beban) macam truk / bus /
heavy equipment. misalnya E3-96 atau E4-98 dll.
B - utk high speed / light duty diesel engines. misal : B3-96 / B4-98

Mercedes standard, dilihat dari 3 angka depan;
228.x utk mesin heavy duty purpose (spt E rating pada ACEA)
229.x utk mesin diesel high speed / light duty (spt B rating pada ACEA)

API Service bila terdapat angka -4 di belakangnya (CF-4 atau CH-4) menandakan
aplikasi utk low emission engine, dmana menggunakan solar dengan kandungan
sulfur rendah. bisa dilihat di www.lubrizol.com

http://www.leszekknorps.republika.pl/oleje.html

Oli mesin:
1. Aral Extra Turboral 10W-40 <-- enak bgt., tapi mahal boo !! :-(
2. Igol Process B4 SAE 10W-40
3. BP Visco 3000 SAE 15W-40 (udah langka) <-- cukup value for money
4. Pentosin Diesel SAE 10W-40 (udah sgt langka, sisa stock di TODA saya yang
ngabisin :-D) <-- kalau ada lagi dengan harga 30 rebu / l, sgt
direkomendasikan.
5. Elf Turbodiesel 15W - 40 (ini oli diesel semi synth. yg value for money)
<-- RECOMMENDED, harga 28 rb / l.
6. Igol Symbol Ceramic 15W-40 (ACEA E)
7. Fina Kappa Ultra 15W-40
8. Fina Gold First 5W-30 ACEA E (CMIIW)
9. Repsol U.H.P.D. (ACEA E)
10. Shell Helix Diesel Plus 10W - 40 <-- ~40rb/ltr
11. Shell Helix Diesel Super <- 23rb/ltr

Alternative lain oli semi synthetic (semuanya 15W-40) yg value for money :
BP Visco Diesel 3000
Fina Kappa Ultra
ELF Turbodiesel

Transmission oil:
Automatic: Shell Donax TX Synthetic Dexron III <-- cukup value for money
Manual: Shell Helix Super bensin (botol kuning) 55rb/2L

Oli gardan:
Aral Hyp 85W-90 Oil 90rb/2L

Additif:
Redline 85 plus (1 botol 10x pakai)
Powerfuel Elnusa (1 ltr 275 rb, bisa diantar)
15 ml utk 60 ltr, Herman/Siswanto (0815 8815 899)

Angka TBN (Total Base Number) adalah angka untuk menunjukkan kandungan Basa
dalam pelumas.

Basa diperlukan utk menetralisir asam yg terjadi akibat sulfur yg dibawa oleh
solar, terutama yg tak terbakar sempurna dan masuk ke daerah crankcase /
terbilas oleh oli di cylinder liner.

Seperti diketahui bahwa solar yg kita konsumsi adalah solar yg kaya dengan
sulfur.

Utk keperluan hal tsb. pastikan bahwa oli yg kita gunakan mempunyai angka TBN
at least 10,5 mg / KOH

Oli oli yang memiliki TBN tinggi biasanya ditandai dengan API Service yang
tidak memiliki angka 4 di belakangnya spt CF, CG, CH sedang API Service yg
ada angka 4 di belakangnya spt CH-4 lebih diarahkan utk konsumsi solar yg low
sulphur.

Utk itu saya juga hendak meralat & memberitahukan bahwa oli semacam Caltex
Delo Gold dengan TBN 9,5 mg / KOH lebih diarahkan utk solar low sulphur,
sedang utk di Indonesia lebih cocok delo CXJ dengan TBN number 14 mg / KOH
(14 something).

Mediteran SX : 11,92 mg / KOH (layak) Fina Kappa Ultra sekitar 14-an mg / KOH.

So oli oli mesin diesel modern / high performance dengan API Service CG-4 /
CH-4 tetapi tidak ada tulisan CG / CH (tanpa angka 4 di belakangnya) harap
hati - hati, karena bisa saja TBN numbernya di bawah 10 mg / KOH.

Kalau kombinasi CH-4 / CH / CG / CF itu oke.

Aral Extra Turboral & Pentosin Diesel semi synth. 10W-40 masih memiliki API
Service CF (TBN nya tinggi).

Yg saya masih penasaran dengan spec. nya yaitu Igol Process B4, karena oli ini
sebetulnya termasuk low emission diesel oil (belum pernah lihat data TBN
numbernya).

Kasus khusus :
Utk mobil2 diesel tahun lama, apalagi mileage nya sudah jauh, idealnya
menggunakan oli hanya yang ber - TBN tinggi.

Utk mobil diesel yang "not properly tuned" dimana banyak mengeluarkan asap
knalpot (pertanda banyak unburned fuel) juga better menggunakan oli ber TBN
tinggi dan interval penggantian oli harus diperpendek.

Tetapi utk mesin2 diesel yg properly tuned, dimana pembakaran yang terjadi
sangat baik (ditandai dengan asap knalpot yg tipis / sangat tipis), logikanya
lebih flexible dalam penggunaan oli, dapat menggunakan oli yang ber TBN
sedang, atau bila menggunakan oli ber TBN tinggi, interval penggantian oli
dapat diperpanjang.

Logikanya bahwa mobil2 diesel yang menggunakan either pemanas solar atau Rizor
Maximizer dapat menikmati interval penggantian oli yang lebih panjang dan
flexible dalam pemilihan oli.

Hal inilah yang terjadi di LS 25 AT saya pernah sekali waktu si oli Elf
Turbodiesel 15W-40 terpaksa jalan sampai 7000 KM lebih sedikit, dan ketika
oli dibuang, terlihat kondisi oli masih cukup oke.

Apa yang terjadi bila kita terpaksa menggunakan oli bensin utk mesin diesel ?

Nggak masalah, asal interval ganti olinya diperpendek.......nggak perduli
apakah oli bensin tsb. Fully Synthetic atau just mineral based, kalau TBN nya
rendah (7 something), interval harus diperpendek.

Air Filter

Ada 3 alternative air filter utk Panther :
1. Model kertas dengan frame luar terbuka 100%, buatan HRL, yg jual di jl.
Utan Kayu no. 70A telp (021) 8520670
2. Model semi free flow kawat mesh buatan SP Thailand, yg jual Quicklube /
Raja Motorsport, dulu di sebrang Golden Gate R. Dalam, alamt baru coba lihat
di koran otomotif / telpon redaksi otomotif.
3. SP juga mmebuat model kertas dengan outer frame terbuka 100%
4. Model free flow dr Rizor.

UTk harga :
1. SP termahal
2. Rizor kedua
3. Buatan HRL harganya hampir sama dengan filter standard

Air flow factor :
1. Rizor
2. SP

Tapi flow makin lancar, tentu ada konsekuensi suara akan lebih berisik.

Air filter Rizor & SP harus diberi oli encer utk membantu menangkap partikel
debu, bisa pakai air filter oil dari K & N yg warna merah.

Air filter HRL untuk Jakarta yang jual di Cempaka Mas Mega Grosir Blok Q5 telp
(021) 428 88901 - 3 deket Bank ekonomi. Harganya 55rb

Panther-Mania-Tips

Boosting performance Paket Hemat:
1. Ganti filter udara dgn type wiremesh freeflow + oli mesin jahit 200rb
2. Ganti main muffler dgn type freeflow double galvanis ex Tiger 280; 450rb,
atau ganti sekalian header manifold
3. Fuel additive: Power21, STP, PF, Redline (20rb per tank)
4. Oli multi viscosity synthetic: 25-35 rb/ltr
5. Purge (dengan Liqui Moly)
6. Stelan mesin
7. Driving style

Driving Style:
* Untuk Panther manual, shift persnelling ke gigi yang lebih tinggi pada RPM
2000 - 2500. Sedangkan shift persnelling ke gigi yang lebih rendah dilakukan
pada RPM < 1500.
* Apabila ingin berakselerasi, injak pedal gas secara 'diurut'. Jangan
menghentak atau terlalu dalam waktu menginjak pedal gas, karena tidak
bermanfaat (yang keluar cuma asap cumi-cumi) dan memboroskan bahan bakar.
* kalau bisa shift perseneling ke gigi yang lebih tinggi dilakukan very fast,
akan lebih terasa lagi tarikannya :-)�* Pada saat tanjakan terjal dan panjang
gunakan gigi rendah dengan kecepatan dan rpm konstan, tidak perlu memaksakan
rpm tinggi toh kecepatan yang dicapai tidak jauh�ebih tinggi, justru
memboroskan solar dan mobil anda ngasepin kendaraan dibelakangnya alias
ngebul...... :-)
* Untuk lebih hemat lagi gunakan selalu engine brake. Memang perlu sedikit
latihan dengan�engurangi penggunaan rem. Nanti akan ketemu sendiri
'celahnya'.�ijamin mobil anda irit Solar dan kanvas rem....

Alternatif selain servis injector ialah Interject Service
===============================================
Daripada service Injector, harus bongkar Injector, mobil ditinggal seharian
kenapa nggak Interject Service aja? Lebih praktis dan injector & nozzle
bersih semua.
Interject Service (IS) tuh prosesnya mirip Carbon Clean, tapi IS hasilnya jauh
lebih "manjur".
Tempat IS:
Jaktim, Jalan Pulomas VIIB No. 22, 47 86 39 64 & 0816 117 1183
Jakbar, Sigma Motor, Jalan Kemanggisan Raya No. 4, 53 24 830
Jaksel, Jalan Taman Radio Dalam II No. 14, 72 79 17 71 & 0818 764 704

Engine Flush:
Yang dimaksud dengan engine flush adalah membilas mesin, supaya kotoran
(sludge & serbuk2 logam hasil gesekan piston, dll ) yang ada ikut terbuang.
Biasanya dilakukan setiap 10.000 km sekalian ganti filter oli.
Caranya (yang saya lakukan) :
1. Campurkan Engine Flush (merk bisa macam2 : DCS, Bardahl, STP, Wynns, dll -
harganya sekitar 30.000 ukuran sekaleng bir) ke dalam oli mesin.
2.�idupkan mesin 15 menit. Lalu matikan mesin
3. Buang oli lama.
4. Semprot dengan kompresor (biar sisa oli keluar semua) tapi nozle / ujung
kompresor harus ditutup dengan kain paling nggak rangkap 2 supaya uap air
dari kompresor nggak masuk ke ruang oli.
5. Masukkan oli baru (mis: SHDP) 1 liter (hanya untuk membilas saja)
6. Nyalakan mesin sebentar saja (sekitar 1 menit) , supaya oli baru
tersirkulasi. Lalu matikan mesin
7. Buang oli + filter oli
8. Semprot lagi dengan komprosesor.
9. Pasang filter oli baru + masukkan oli baru

Tips utk baut pembuangan oli karter mesin, transmisi & Gardan pada
saat ganti oli :
1. Bawalah degreaser spray (merek bebas) atau sekaleng kecil minyak tanah.
(Degreaser lebih praktis).
2. Pada saat baut dilepas utk mengeluarkan oli, semprot baut dengan degreaser
sampai bersih.
3. Tiup dengan angin kompressor
4. Beri Teflon tape, yang biasa digunakan utk men seal pipa2 air.
5. Pasang kembali baut
Dijamin nggak akan bocor.
--
rgds,

Wahyu
http://www.satelkom.com
http://www.telesindo.com