Panther Mania

Forum komunikasi bagi sesama pengguna Isuzu Panther, sekaligus sebagai tempat untuk bertukar informasi sekitar produk Panther.

Friday, September 30, 2005

Jangan Keliru Mematikan Mesin Diesel Agar turbocharger tetap OK

Subject: [panther-mania] Jangan Keliru Mematikan Mesin Diesel Agar
turbocharger tetap OK
Date: Thursday 29 September 2005 14:40
From: "Firman Gunadi"

Turbocharger begitu berguna bagi mesin diesel. Efek kerjanya dapat
meningkatkan performa mesin. Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila
komponen ini mengalami kerusakan.

Salah satu kerusakan pada turbocharger bisa terpicu akibat kekeliruan
setiap kali hendak mematikan mesin. Mungkin Anda sendiri pernah
menyaksikan kebiasaan yang kurang tepat ini: begitu selesai memarkir
mobil, pengendara menekan pedal gas berulang-ulang sebelum mematikan
mesin.

Alasan yang banyak beredar, tindakan seperti itu dilakukan dengan
harapan baterai kembali terisi arus listrik setelah digunakan.
Sehingga, pada saat akan menghidupkan kembali mesin mudah distarter.

Padahal, alasan itu sama sekali tidak tepat. Sebetulnya, tanpa digas
pun baterai akan terisi arus listrik. Sebab, selama mesin berputar
maka dinamo ampere akan tetap berputar, yang membuat pengisian tetap
berlangsung.

Yang jelas, pengaruh meng-gas berulang-ulang sebelum mematikan mesin
bisa berakibat buruk, terutama untuk mesin diesel yang menggunakan
turbocharger. Tindakan seperti itu bisa menimbulkan kemacetan pada
bearing turbocharger.

Macet dan juga bunyi pada turbocharger ini disebabkan oleh kurangnya
pendinginan. Pada saat digas-gas, turbocharger akan bekerja dengan
kecepatan tinggi. Otomatis, temperatur di sekitar turbin naik. Nah,
pendinginan praktis akan sangat kurang karena tiba-tiba mesin mati.
Sebab, ketika mesin mati, oli (yang juga berguna untuk mendinginkan
turbin) tidak mengalir.

Panas itulah yang menimbulkan kerusakan. Pendinginan yang kurang
membuat bearing berubah bentuk. Apabila tindakan ini berulang-ulang
dilakukan, lama kelamaan muncul bunyi, bahkan macet. Dan bila sampai
macet, pengaruh berikutnya adalah seperti yang disebut di atas:
performa mesin akan menurun.

Karena itu, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
terkait dengan mematikan mesin diesel.
1.
Jangan mematikan mesin secara mendadak setelah melakukan perjalanan
berkecepatan tinggi atau setelah melewati jalur yang mendaki.
2.

Jangan digas-gas pada saat mematikan mesin.
3.
Biarkanlah mesin berputar stationer (idle) sebelum mematikan mesin
untuk membantu pendinginan turbo charger secara perlahan.     

Semua kegiatan ini bukan hal sulit. Tapi, pengaruhnya dalam kenyamanan
dan keselamatan berkendara bisa sangat luar biasa.

Untuk Tips lainnya, anda bisa memeriksa di http://tips.astraworld.com

3 Comments:

  • At 9:38 PM, Blogger Iwan Sudjatmiko said…

    Mantap infonya :)

     
  • At 8:09 PM, Blogger muh ikhsan borahima said…

    Mau tanya dong. Ls turbo punya saya suaranya agak kasar trus klo d panasin sring bnget kluar asap putih, tp klo udah jalan asap putihny bakal hlng. Itu g mn gan mhon pencrahanny buat prwatan ls turbo sya

     
  • At 7:58 AM, Blogger fandi guritno said…

    Muh ikhsan.
    itu karena oli sebagian termakan mas. Coba cek tiap 2 bulan sekali apakah volume oli berkurang.. cek pake dipstik ya,kan ada tuh..

    perawatan turbo ndak ada,hanya penakaian yg harus diperhatikan seperti yg dijelaskan artikel diatas..

    kalo matiin mesin diesel ya tunggu kira2 2 menitan setelah mesin idle atau langsam...

     

Post a Comment

<< Home