Panther Mania

Forum komunikasi bagi sesama pengguna Isuzu Panther, sekaligus sebagai tempat untuk bertukar informasi sekitar produk Panther.

Monday, August 15, 2005

Biodiesel & The Global Warming

Subject: [panther-mania] Biodiesel & The Global Warming / OOT
Date: Saturday 13 August 2005 08:08
From: "hinotantiyo"

Kyoto Protocol yang mengatur emisi carbondioxide terutama
dinegara-negara industri tampaknya tidak akan pernah di ratifikasi oleh
U.S.(Amrik) ; Emisi carbondioxide yang cenderung terus meningkat
dituding sebagai penyebab utama pemanasan global.....;Pemborosan bahan
bakar fossil merupakan salah satu sumber utamanya ;
Report membuktikan baha antara tahun 1990 sampai tahun 2003 ;mobil-mobil
di U.S. malah membuat emisi Carbondioxide 25% lebih tinggi !!!!
Carbon dioxide emissions berbanding lurus dengan Fuel Economy ; yang
berarti dalam hampir 25 tahun telah terjadi "Stagnating Fuel Economy"
di U.S. yang notabene 99% mobilnya type gasoline car........;
Selengkapnya baca :
http://www.greencarcongress.com/2005/08/carbon_burden_f.html#more

Berbeda dengan negara-negara Uni Eropa ;mereka sangat serius membatasi
emisi Carbondioxide ini; Di U.K. malah ada level emisi carbondioxide
menentukan pajak yang harus dibayar pada mobil-mobil baru ; Uni Eropa
sudah menargetkan level max 140 g CO2 / km pada tahun 2010 ........
Dalam hal ini mobil-mobil diesel akan lebih mudah; karena punya Fuel
Economy lebih baik sehingga emisi carbondioxide nya cenderung lebih
rendah;

Apa hubungan "The Global Warming" ini dengan dengan Biodiesel ??
Biodiesel adalah biofuel yg re-newable ; dalam prosesnya tanaman selalu
memerlukan carbondioxide (+ sinar matahari) untuk proses
photosynthesis supaya dapat terus tumbuh .........Ada penelitian yang
menyimpulkan bahwa Carbon dioxide yang diperlukan untuk proses
photosynthesis ini (Yang kemudian membuat tanaman berkembang &
menghasilkan vegetable oil yang lalu diolah jadi biodiesel) jumlahnya
3-5 x lebih banyak dari hasil pembakaran biodiesel B100  ; Jadi
walaupun biodiesel juga menghasilkan CO2 dari pembakarannya
tapi karena "renewable" & dalam prosesnya malah membutuhkan CO2 dari
udara dalam jumlah lebih besar...;maka biodiesl ini bisa dibilang
jauh lebih ramah lingkungan..........

Ini berbeda dengan petro-diesel yang non re-newable & Proses
pembentukannya tidak memerlukan CO2 & perlu waktu ribuan tahun..........;

Biodiesel di Indonesia ?? Pada level harga minyak bumi US $ 65 seperti
ini; harga solarindustri  bakal terkerek sampai Rp 6000 lt (sekarang
sudah Rp 5480/lt) ; Pada kondisi ini tampaknya (khusus buat industri)
biodiesel sudah "feasible" secara ekonomis untuk dikembangkan ;

Bila mau paling murah ; mungkin dari jarak pagar (jatropha curcas)
yang bisa tumbuh dilahan kritis & gersang seperti di nusa tenggara ;
Minyak jarak nya sendiri termasuk non-edible (bukan minyak pakan)
sehingga punya commercial value lebih rendah.....dengan bahan yang
murah ;harga biodieslnya juga pasti lebih murah ; Sayabng efektivitas
per hektar nya cuma 1-2 ton ...;jadi diperlukan lahan yang luas untuk
budidayanya(ngga problem sih kalau lihat luasnya lahan kritis/non
produktif yg ada) ; Konon Grup Rajawali Nusantara sudah serius
mengushakan budidaya Jarak pagar ini untuk industri Gula nya ;
Harga Biodieselnya bisa Rp 3000 /lt atau kurang (separuh dari harga
solar industri yg masih aduhai kualitasnya)

Yang lebih siap & Lebih efisien + Punya kualitas lebih bagus adalah
dari Kelapa Sawit ; sebagai penghasil sawit terbesar no.2 didunia &
konon dalam 2-3 tahun mendatang bisa jadi No.1 ; Indonesia bisa
menghasilkan biodiesel dalam jumlah "giant" with excellent quality ;
Sekarang saja dengan rata-rata tiap hektar cuma menghasilkan 2-3 ton
CPO ;Indonesia sudah menghasilkan 15 juta ton CPO (2005) ; dengan
bibit unggul (bioteknologi)nantinya bisa dihasilkan sampai 6 ton per
hektar;dibanding dari jarak (cetane number 51);biodiesel dari sawit
punya cetane number lebih tinggi (53-65)

Harga ?? karena praktek dagang yg curang oleh negara industri terutama
U.S. (untuk melindungi petani Soybean disana) harga CPO cenderung
merosot jadi Rp 3400 /kg atau  Rp 3000/lt ; Harga minyak goreng curah
(di Makro Cibitung) bisa cuma Rp 4350 /lt (retail price) padahal
proses buat biodiesel dari CPO lebih sederhana dibanding buat minyak
goreng.............
Jadi harga biodiesel dari sawit (apalagi kalau pemerintah memberi
insentif ,"tax free" misalnya) masih bisa di bawah Rp 4000/lt....

Biodiesel....why not ??  Kita harapkan Pemerintah & swasta segera bisa
bekerja sama mewujudkan "bio fuel" yg bisa mengurangi ketergantungan
kita dari minyak bumi.......& sekaligus lebih ramah lingkungan.....

Sorry pak Moderator/OOT/Koreksi kalau salah

Regards

Hino

0 Comments:

Post a Comment

<< Home