Panther Mania

Forum komunikasi bagi sesama pengguna Isuzu Panther, sekaligus sebagai tempat untuk bertukar informasi sekitar produk Panther.

Tuesday, August 30, 2005

Mercedes Catat Sukses Besar

MERCEDES Benz patut bangga karena pekan lalu perusahaan pembuat mobil
terkemuka dunia yang bermarkas besar di Stuttgart, Jerman, itu mencatat dua
sukses besar. Tiga unit E320 CDI membukukan catatan rekor sebagai sedan
bermesin diesel yang paling irit di dunia. Selain itu, Mercedes Benz juga
memperkenalkan E420 CDI yang tercatat sebagai mobil penumpang bermesin diesel
yang memiliki torsi yang terbesar di dunia.

PENGUKIRAN rekor E320 CDI sebagai sedan yang menggunakan mesin diesel yang
paling irit di dunia itu dilakukan di Amerika Serikat. Setelah diuji selama
30 hari tanpa henti (nonstop) di sirkuit yang berbentuk oval sepanjang 8
kilometer di Laredo, Texas, ketiga unit Mercedes Benz E320 CDI melakukan
perjalanan ke Tallahassee, Florida. Perjalanan ke Tallahassee yang berjarak
1.672 kilometer itu ditempuh ketiga unit E320 CDI yang berada dalam keadaan
standar itu tanpa melakukan pengisian bahan bakar. E320 CDI hanya
mengandalkan 80 liter solar, yang merupakan kapasitas maksimum yang dapat
ditampung dalam tangki bahan bakarnya.

Itu berarti E320 CDI hanya memerlukan 4,75 liter solar untuk melakukan
perjalanan sejauh 100 kilometer. Atau dengan 1 liter solar, E320 CDI dapat
menempuh perjalanan sejauh 21 kilometer. Rekor yang dibukukan oleh Mercedes
Benz E320 CDI itu disertifikasi oleh Klub Mobil Amerika Serikat (USAC), yang
bertindak atas nama FIA.

Bersamaan dengan iritnya konsumsi bahan bakar, E320 CDI juga membuktikan
keandalan filter partikelnya yang bebas perawatan dalam menjaga emisi tetap
bersih selama uji coba tanpa henti selama 30 hari.

Keandalan filter partikel dalam menyaring partikel sisa pembakaran mesin
diesel yang sudah dibuktikan dalam berbagai uji coba di laboratorium dan di
jalan raya itu kembali dibuktikan oleh Mercedes Benz melalui perjalanan jauh
yang dimonitor dari hari ke hari.

Di bawah pengawasan USAC, ketiga unit E320 CDI yang dibiarkan dalam keadaan
standar dikendarai dari Laredo, yang terletak di perbatasan Houston (Texas)
dengan Meksiko, Lake Charles, Baton Rouge, Mobile, dan sampai di Tallahassee.
Pada saat perjalanan yang melintasi lima negara bagian, yakni Texas,
Louisiana, Mississippi, Alabama, dan Florida, tangki bahan bakar di ketiga
unit E320 CDI yang masing-masing dipenuhi 80 liter bahan bakar disegel.
Peralatan yang digunakan untuk memonitor uji coba tersebut juga dikalibrasi.

Hasilnya seperti yang telah disebut di atas, yakni ketiga mobil itu dapat
menempuh perjalanan sejauh 1.672 kilometer. Rekor ini jauh lebih baik
daripada rekor sebelumnya yang juga sudah baik, yang dibukukan dalam berbagai
kondisi alam di bagian tengah Eropa, yakni 7,3 liter per 100 kilometer.
Dengan kata lain, E320 CDI menggunakan 1 liter solar untuk melakukan
perjalanan sejauh hampir 14 kilometer.

SEMENTARA itu, dalam uji coba di sirkuit oval di Laredo, Texas, ketiga unit
E320 CDI memecahkan rekor tersendiri setelah menyelesaikan perjalanan sejauh
160.934 kilometer tanpa problem apa pun. Keberhasilan ketiga unit itu dalam
memecahkan rekor sekaligus membuktikan keandalan E-Class. Setiap pemecahan
rekor mencakup 20.000 putaran, pengujian mesin, suspensi, komponen
elektronik, dan yang terpenting struktur bodi. Sebagai tambahan terhadap 22
rekor internasional yang dibukukan di kelasnya, E320 CDI mencatat rekor dunia
dengan menempuh perjalanan sejauh 80.467 kilometer dengan kecepatan 225,456
kilometer per jam, 100.000 kilometer dengan kecepatan 225,903 kilometer per
jam, dan 160.934 kilometer dengan kecepatan 224,623 kilometer per jam.

Seluruh mesin diesel yang terpasang pada seluruh produk Mercedes Benz pada
prinsipnya dapat dilengkapi dengan teknologi filter partikel yang membuat gas
buang sisa pembakaran itu memenuhi standar emisi EU-4. Mulai dari mesin
diesel yang terpasang pada A160 CDI yang menghasilkan 82 PK sampai mesin
diesel yang menghasilkan 314 PK yang terpasang pada E420 CDI.

Mulai musim panas 2005, bulan Juni mendatang, 40 model CDI Mercedes Benz di
Jerman, Austria, Belanda, Swiss akan dilengkapi dengan teknologi itu sebagai
perlengkapan standar. Sebuah filter partikel akan disediakan sebagai
perlengkapan optional bagi 35 model bermesin diesel di pasar mobil diesel
lain.

Dalam musim rontok 2003 (sekitar bulan September), Mercedes Benz adalah
perusahaan pembuat mobil pertama di dunia yang menawarkan filter partikel
yang memenuhi standar emisi EU-4. Hal itu menjadikan mobil-mobil Mercedes
Benz yang menyandang mesin diesel mulai dilirik di AS.

MERCEDES Benz E420 CDI yang akan masuk ke pasar pada musim rontok 2005
(sekitar bulan September) menarik untuk disimak karena mobil itu akan
merupakan mobil penumpang yang memiliki torsi yang terbesar di dunia, yakni
730 Nm. Dengan torsi sebesar itu, E420 CDI sanggup berakselerasi dari 0-100
kilometer per jam hanya dalam waktu 6.1 detik. Suatu angka yang luar biasa
bagi sebuah mobil yang menyandang mesin diesel. Kecepatan maksimum yang dapat
dicapai E420 CDI adalah 250 kilometer per jam.

Konsumsi bahan bakarnya 9,3 liter per 100 kilometer untuk pengendaraan
gabungan (dalam dan luar kota, jalan raya), atau 1 liter bahan bakar dapat
digunakan untuk menempuh perjalanan sejauh hampir 11 kilometer.

E420 CDI juga dilengkapi oleh perlengkapan yang menjadi standar mobil unggulan
(flagship) di antara mobil-mobil yang bermesin diesel, yakni filter partikel
yang bebas perawatan, persneling otomatik dengan 7 tingkat kecepatan, dan
suspensi udara AIRMATIC.

Mesin 8 silinder dalam konfigurasi V (V8) itu mencapai torsi maksimumnya
sebesar 730 Nm pada 2.200 rpm. Kemampuan itu menjamin fleksibilitas E420 CDI
dalam upaya mendahului mobil lain yang berada di depannya, akselerasi yang
cepat pada jarak sedang, dan pengendaraan yang santai pada gigi persneling
yang lebih tinggi. E420 CDI hanya memerlukan waktu 5,4 detik untuk
mengembangkan kecepatan dari 60-120 kilometer per jam pada gigi 3.

Mesin diesel V8 Mercedes Benz yang baru dilengkapi dengan dua catalytic
converter yang bertugas menyempurnakan gas buang yang tidak terbakar dengan
sempurna, dan sebuah filter partikel yang bebas perawatan. Mesin itu
dilengkapi dengan sensor untuk mengecek ketinggian, temperatur, dan kualitas
oli. Sebuah indikator di dashboard akan mengingatkan pengendara kapan
pergantian oli harus dilakukan. Meskipun rentang waktu penggunaan oli itu
sangat ditentukan oleh bagaimana mobil tersebut dikendarai, akan tetapi
pergantian oli setiap 40.000 kilometer itu masih berada dalam rentang waktu
yang ditetapkan bagi E420 CDI.

Mesin diesel 8 silinder CDI baru itu untuk pertama kali dipasangkan pada E420
CDI yang akan diluncurkan pada bulan September mendatang. Mesin tersebut juga
akan tersedia bagi model mobil penumpang Mercedes Benz lain di masa
mendatang. (JL)

Url : /otomotif/news/0505/26/175139.htm

Rokok Timbulkan Lebih Besar Polusi Dibanding Mesin Diesel

Rokok Timbulkan Lebih Besar Polusi Dibanding Mesin Diesel
http://www.kompas.co.id/teknologi/news/0408/25/162643.htm

Bahan pencemar udara yang dikeluarkan rokok ternyata sepuluh kali lebih besar
dibanding yang dikeluarkan mesin diesel, demikian hasil penelitian di Italia.

Para ilmuwan membandingkan jumlah bahan-bahan yang dikandung dalam asap mesin
mobil berbahan bakar diesel dengan asap rokok. Hasilnya, tiga batang rokok
yang mengepul ternyata menghasilkan peningkatan partikel di udara sepuluh
kali lebih banyak daripada yang dikeluarkan asap mesin yang menyala.

"Ini sangat mengejutkan karena kami tidak mengira perbedaan patikel yang
dihasilkan bisa begitu besar," kata Giovanni Invernizzi dari unit
Pengendalian Tembakau, Institut Kanker Nasional Italia di Milan, yang
memimpin penyelidikan.

Sementara Ivan Vince, ahli polusi udara dari Ask Consultants di London,
mengatakan temuan itu masuk akal. Ia menyebutkan bahwa rokok mengeluarkan
lebih banyak partikel dibanding mesin berbahan bakar diesel rendah belerang.

Adapun Invernizzi dan rekan-rekannya melakukan percobaan di sebuah garasi di
kota kecil Chiavenna, dekat Alpin. Mereka menggunakan mobil Ford Mondeo turbo
diesel tahun 2002 bermesin 2 liter dan telah dipakai selama enam bulan. Mobil
itu dibiarkan menyaladalam garasi tertutup selama 30 menit dimana alat
penganalisa akan mengambil contoh udara tiap dua menit.

Garasi kemudian dibuka dan dibersihkan dari asap selama empat jam. Kemudian
pintunya ditutup lagi dan tiga batang rokok dinyalakan bergantian selama
total 30 menit.

Selanjutnya para ilmuwan melakukan pengukuran dan alat penganalisa menunjukkan
adanya partikel pencemar sepuluh kali lebih banyak dari asap rokok dibanding
asap mesin diesel. Bahkan tingkat polusi partikel-partikel yang berbahaya
bagi kesehatan jauh lebih banyak.

"Partikel-partikel kecil yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer dari asap
rokok itu bisa masuk ke alveoli paru-paru dimana ia bisa menimbulkan
kerusakan parah," kata Vince.

"Kebanyakan bahan kimia yang dikeluarkan asap rokok merupakan bahan-bahan yang
merusakkan lingkungan. Aldehyd misalnya merusakkan tanaman, mata dan saluran
pernafasan," lanjutnya. "Sedangkan nitric oksida adalah biang keladi
terbentuknya lapisan ozon."

Invernizzi berharap hasil penelitian ini menjadi senjata baru untuk memerangi
rokok. "Ironisnya saat ini banyak orang berkempanye menentang polusi dengan
rokok menggantung di bibirnya. Padahal asap rokok mereka berbahaya pula bagi
lingkungan." (newscientist.com/wsn)

Mobil Hibrida dengan Dua Mesin Listrik

http://www.kompas.co.id/otomotif/news/0501/27/231036.htm
Mobil Hibrida dengan Dua Mesin Listrik
Jakarta, Kompas

OPEL Astra Diesel Hybrid Concept merupakan kendaraan konsep berpenggerak roda
depan yang menyandang mesin diesel dengan kapasitas 1.7 Liter, yang
dilengkapi dengan dua mesin listrik. Mobil konsep itu dapat menghemat
konsumsi bahan bakar sampai dengan 25 persen, tanpa kehilangan performa
sebagai mobil yang asyik dikendarai (fun to drive).

OPEL Astra Diesel Hybrid Concept, yang didasarkan pada Opel Astra GTC, dibuat
di pusat pengembangan teknik General Motors di Ruesselsheim, Jerman. Sistem
dua mesin listrik itu merupakan titik awal bagi General Motors untuk
berkolaborasi dengan DaimlerChrysler.

Dua mesin listrik itu yang dikontrol secara elektronis itu akan beroperasi
seperti rangkaian gigi persneling untuk menciptakan sistem pengendaraan yang
bervariasi (variable drive). Dua mesin listrik itu dapat ditempatkan di
ruangan yang merupakan tempat di mana persneling otomatik konvensional
diletakkan. Sebuah baterai yang menyediakan tenaga (listrik) bagi dua mesin
listrik itu, dan juga memungkinkan penyaluran dorongan mesin listrik secara
penuh.

Studi yang dilakukan terhadap Astra Diesel Hybrid memperlihatkan bagaimana
komponen-komponen hibrida dapat diintegrasikan ke dalam mobil kompak (compact
car) tanpa mengurangi kenyamanan penumpang dan kegunaan (utilitas) kendaraan.
Baterai nickel- metal-hydride diletakkan di dalam ruangan tempat penyimpan
ban serep di bagasi, lengkap dengan kipas-kipas pendinginnya. Baterai itu
dikembangkan oleh spesialis baterai (aki), Varta.

Perangkat hibrida yang ringkas membuat perangkat itu dapat dipasangkan pada
kendaraan berpenggerak roda depan, belakang, dan empat roda. Serta juga dapat
dengan mudah diadaptasikan pada mesin bensin dan mesin diesel.

ASTRA Diesel Hybrid digerakkan oleh mesin diesel turbo 1.7 Liter bertenaga
maksimum 125 PK lengkap dengan filter partikel bebas rawat, dan dua mesin
listrik masing-masing dengan tenaga maksimum 41 PK dan 54 PK.

Sesuai dengan kondisi pengendaraan, kedua mesin listrik itu akan menambah
tenaga yang dihasilkan mesin diesel turbo, yang sesungguhnya juga sudah cukup
besar. Sebuah perangkat yang canggih mengatur besarnya daya dorong mobil
tersebut.

Tenaga yang disalurkan dua mesin listrik itu secara drastik meningkatkan
performa mesin diesel turbo tersebut sehingga memberikan perasaan seolah-
olah tengah mengendarai mobil yang kapasitas mesinnya lebih besar.

Akselerasinya cukup menonjol untuk mobil yang menggunakan mesin diesel. Untuk
mengembangkan kecepatan sampai 100 kilometer per jam dari posisi berhenti,
hanya diperlukan waktu kurang dari 8 detik.

Dengan konsumsi bahan bakar di bawah 4 liter untuk menempuh perjalanan sejauh
100 kilometer, Astra Diesel Hybrid diarahkan untuk 25 persen lebih hemat
bahan bakar apabila dibandingkan dengan mobil bermesin diesel sekelas. Dengan
1 liter solar, Astra Diesel Hybrid dapat melakukan perjalanan sejauh lebih
dari 25 kilometer.

Konsumsi bahan bakar yang hemat itu diperoleh berkat bantuan dari mesin
listrik, termasuk matinya mesin dalam keadaan berhenti (idle) dan
berfungsinya mesin listrik saat mobil melanjutkan perjalanannya kembali.

Mesin listrik juga digunakan untuk menahan atau mengurangi kecepatan
(deselerasi), dan pada saat itulah mesin listrik tersebut berfungsi sebagai
generator yang mengisi listrik ke dalam baterai.

Yang istimewa adalah Astra Diesel Hybrid menggunakan dua sistem listrik yang
terpisah. Sistem penggerak menggunakan listrik tegangan tinggi, sementara
sistem yang satunya mengonversikan listrik untuk mengoperasikan sistem
tegangan listrik 12 volt untuk memfungsikan perangkat keamanan dan
kenyamanan, seperti lampu-lampu, penyejuk udara (AC), dan sistem audio.

Dari luar, Astra Diesel Hybrid yang tampak unik dengan atap kaca panoramik
yang memanjang dari ujung kaca depan (di antara pilar A dan pilar B) sampai
ke batas akhir pilar C, tidak tampak terlalu berbeda dengan versi aslinya,
Astra GTC. Namun, di dalam, panel instrumen yang biasanya merupakan tempat
tachometer (alat untuk memonitor putaran mesin per menit) kini digantikan
dengan alat untuk memonitor operasi dari sistem kerja hibrida. Alat itu
menunjukkan mesin mana yang sedang bekerja, mesin diesel atau mesin listrik,
atau kedua- duanya sedang bekerja. Alat lain di sebelahnya menunjukkan isi
listrik di dalam baterai.

Teknologi hibrida membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, dan sekaligus
menjadikan perusahaan pembuat mobil dapat memenuhi ambang batas emisi
karbon-dioksida (CO2) yang dipersyaratkan. Dan, teknologi tersebut dapat
diterapkan di seluruh penjuru dunia. (JL)

Monday, August 29, 2005

Kilang Langit Biru : Welcome the unleaded Fuel

Subject: [panther-mania] Kilang Langit Biru : Welcome the unleaded Fuel /OOT
Date: Monday 29 August 2005 07:09
From: "hinotantiyo"

Better Late Than Never !!! Mungkin ungkapan yang paling tepat saat ini
dimana lebih dari 90% bahan bakar didunia sudah bebas timbal ; tapi
dengan pengecualian Jakarta/sekitarnya,Cirebon,Bali & Balikpapan ,
Gasoline
(Premium) diIndonesia masih mengandung anti knock TEL (Tetra Ethyl Lead)

Kalau tahun 2005/2006 ini Indonesia bebas dari Leaded Fuel ; mungkin
Indonesia adalah salah satu negara yg paling akhir dalam melakukan
program ini di dunia ........

Kilang Langit Biru di Balongan yang baru diresmikan Bapak Presiden &
kabarnya dibuat + dirancang oleh para engineers dari Indonesia sendiri
akan mengurangi ketergantungan Indonesia akan HOMC(High Otane Mogas
Component) yang dijadikan "Octane Booster" pengganti TEL ; Dengan
diresmikannya Kilang Langit Biru Balongan nantinya seluruh Jawa & Bali
sudah bebas Timbal ; baca selengkapnya :

http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=44020

Nantinya Kilang Langit Biru Balongan akan segera disusul dengan proyek
serupa di Cilacap & Diharapkan Indonesia akan segera bebas Leaded Fuel...

Kenapa Perlu Lead untuk Gasoline ??? Dari pengilangan minyak gasoline
yang didapatkan (di sebut Naphta/Straight Run Gasoline) cuma punya
Octane Number sekitar 82 ; tentunya ini tidak memenuhi sarat yg
diperlukan untuk mesin-mesin gasoline yang ada...

Lead dalam bentuk TEL sudah puluhan tahun dipakai ..."the Magic"
organo-metallic compound itu merupakan bahan yang sangat efektif &
ekonomis untuk mendongkak octane number & menghilangkan efek knocking
pada mesin gasoline.....Tapi disisi lain merupakan " Ultra Strong
Toxic " yang membahayakan kesehatan.....;

Ada beberapa bahan untuk menggantikannya ; salah satunya adalah HOMC;
HOMC adalah fraksi gasoline yang punya Octane number sangat tinggi ;
HOMC ini juga dibuat dari "staright run gasoline"/Naphta dengan
melakukan proses-proses Alkylation,Isomerization & Reformer pada bahan
Naphta pada suatu kilang khusus.....;hasilnya didapat fraksi gasoline
yang punya Octane Number sangat tinggi (diatas 100) ; product ini yang
kemudian di "blend" ke gasoline untuk jadi Premium
TT,Pertamax/Pertamax Plus ; Pada Pertamax Plus fraksi HOMC nya yang
paling besar...............

Selesai ?? belum .......;masuk nya fraksi HOMC ini memnyebabkan
gasoline cenderung gampang mengendap ;sehingga pada Pertamax &
Pertamax plus Pertamina menambahkan additive khusus .........
Pada mobil ber-catalityc converter emisi buang akan sangat "clean" ;
Tapi pada mobil tak ber-catalityc converter emisi nya akan lebih
berbahaya karena naiknya emisi "hydrocarbon" yang tak terlihat tapi
sangat carcinogenic.....;
Jadi the next step adalah kewajiban pasang "catalytic converter" pada
semua gasoline car.....(kalau mau "really clean")

Kalau ngga mau pusing yang ganti mobil gasoline nya dgn mobil diesel....

P.F. For Pertamina & Good Bye the Leaded Gasoline.........
Koreksi kalau salah/pendapat pribadi/sorry OOT banget...

Regards

Hino

FT Syn-Diesel : The Formula One Diesel Fuel

Subject: [panther-mania] FT Syn-Diesel : The Formula One Diesel Fuel /OOT
Date: Monday 29 August 2005 07:42
From: "hinotantiyo"

Seperti diketahui bahan bakar diesel disusun dari berbagai hydrocarbons
yang berantai lurus(paraffin),lurus rangkap(olefin),cyclis(naphtana),
cyclis rangkap(aromatics) yang berantai carbon mayoritas 12-21 ;
didalam nya masih ditambah contaminat lain seperti sulfur,nitrogen,ash
& metall coumponds ;
Sebaliknya Fischer Troopsch Synthetic Diesel Fuel (baik dibuat dari
Coal maupun Gas) disusun cuma dari Paraffin saja yang sangat homogen &
"free of any contaminants" ;Punya Cetane Number sangat tinggi (74) ;yg
penting tidak mengandung logam,ash,nitogen & belerang yang sangat
menurunkan stabilitas bahan bakar ;
Disamping sangat homogen & "clean" ; ada kelebihan lain dary FT
Syn-Diesel ini : specifict gravity sangat rendah ,cuma 0.76-0.77 (sama
dengan sp.gravity gasoline) dibanding sp.gravity diesel di Eropa
(0.83) apalagi di Indonesia(0.85);
Dengan karakter itu bahan bakar diesel ini akan lebih mudah diinjeksikan
dalam ruang bakar ; dan sifatnya yang punya CN tinggi + sangat homgoen
& bersih akan membuat pembakaran yang sangat cepat & sempurna ........
Hasilnya mobil diesel akan punya akselarasi lebih baik lagi...& sangat
ramah lingkungan.........
Kecendurungan dari bahan bakar hydrocarbon ; semakin rendah sp garvity
akan cenderung punya performance (terutama dalam akselarasi) lebih
baik...& FT Syn-Diesel adalah Diesel Fuel "with Formula 1 Fuel taste"

Konon FT SynDiesel ini sudah ekonomis di "develop" pada harga Crude
Oil diatas US $ 45 per barrel ; Cuma proyek ini memerlukan teknologi
yang cukup "hi tech" & akibatnya biaya wal yang cukup tinggi....

Wait & see saja ; Kita lihat si negeri Panda yg lagi buat proyek
raksasa Coal to Liquid atau Qatar yang lagi buat Gas to Liquid ;

Pilot Project Shell di Bintulu (malaysia) konon sangat berhasil
menghasilkan bahan bakar FT SynDiesel yang punya kualitas luar biasa
bagus...........

Batu bara di Indonesia sebenarnya paling cocok dibuat FT SynDiesel
karena 70% lebih berupa Lignite (yg punya kalor bakar rendah & tidak
punya nilai ekonomis tinggi) tapi kadar belerangnya sangat rendah...
Jadi proses lebih murah & value addenya sangat tinggi.......
(Konon dengan seluruh cadangan yang ada baru akan habis beberapa ratus
tahun lagi tuh batubara ; belum dari gas alam)
Cuma dalam kondisi ekonomi seperti ini ;sepertnya hal diatas harus
dilupakan dulu ;

Tuesday, August 16, 2005

Crude oil to Car Fuel

Subject: [panther-mania] Re: Last update harga Pertamax & P Plus
Date: Tuesday 16 August 2005 15:45
From: "hinotantiyo"

Minyak bumi (crude) biasanya dijual berdasarkan kualitas nya ; light
(sweet)crude oil biasanya punya kandungan "straight destillate" paling
besar (30% naphta/gasoline & 34% kerosene+diesel) ; medium crude oil
(21% naphta/gasoline & 26% kerosene+diesel) & heavy crude oil (14%
naphta/gasoline & 22% kerosene+diesel) ; sisanya berupa produk non
destillate (residu);
Minyak bumi yang "light" merupakan yg paling bagus kualitasnya & mahal
harganya (perhatikan harga patokan minyak bumi yg sering dipakai
adalah "light sweet");kandungan sulfur minyak type ini juga paling
rendah.........
Minyak bumi yang terbaik diperlukan untuk menghasilkan "the
best"quality of gasoline dalam jumlah/fraksi yang besar...

Kerosene & Diesel Fuel termasuk dalam "mid-destillate"; jadi cukup
beruntung karena jumlahnya yang dapat "di cover" pada kualitas minyak
bumi yang paling "jorok" pun masih jauh lebih banyak dari fraksi
gasoline ;

Dan yang teknologi sudah bisa di buat "hydro-cracking" diesel fuel ;
Dari fraksi Residu yang kurang banyak kegunaanya (& fraksinya sangat
besar terutama pada heavy oil) bila di proses dalam reaktor bertekanan
& bersuhu tinggi ; proses yang di kenal dengan hydro cracking ini akan
memmutus rantai-rantai hidrocarbon penyusun residue yang panjang
menjadi lebih pendek seperti hidrocarbon-hidrocarbon penyusun diesel
fuel ........; diesel fuel yang dihasilkan oleh proses hydrocracking
ini kemudian di "blend" dengan fraksi "straight-run" diesel ; untuk
buat solar biasa ,campuran ini setelah ditambah sedikit aditif bisa
langsung dipasarkan ........; tapi bila mau di jual sebagai Perta DEX
harus di proses lebuh lanjut yg dikenal sbg " Hydrotreating" untuk
menaikkan cetane number ,menurunkan kadar aromatis,sulfur & ash.....

Jadi untuk mendapatkan fraksi bahan bakar diesel yang lebih banyak
bisa dilakukan dengan cara lebih mudah & murah + dengan hasil yang
lebih melimpah ; bila dipakai proses hydrocracking fraksi residu ;

Didunia ini minyak bumi yang "jorok" jumlahnya lebih banyak dari yang
kualitas nya bagus (seperti minyak dari Duri,Riau) ;

Bila proses harus dibuat dari "gasoline" mungkin akan lebih rumit
(karena rantai hidrocarbon dari gasoline lebih pendek) & kebanyakan
minyak bumi cuma punya fraksi gasoline yang tidak besar.......
Prosesnya sih mungkin ; mirip dengan proses GTL (Gas to Liquid) ;cuma
rumit & mahal..........

Di Eropa dimana konsumsi diesel fuel sangat tinggi ; proses
hydrocracking + hydrotreating sangat umum digunakan untuk mendapatkan
diesel fuel dalam jumlah besar at low cost & have very high quality

Koreksi kalau salah
Regards

Hino

Monday, August 15, 2005

Biodiesel & The Global Warming

Subject: [panther-mania] Biodiesel & The Global Warming / OOT
Date: Saturday 13 August 2005 08:08
From: "hinotantiyo"

Kyoto Protocol yang mengatur emisi carbondioxide terutama
dinegara-negara industri tampaknya tidak akan pernah di ratifikasi oleh
U.S.(Amrik) ; Emisi carbondioxide yang cenderung terus meningkat
dituding sebagai penyebab utama pemanasan global.....;Pemborosan bahan
bakar fossil merupakan salah satu sumber utamanya ;
Report membuktikan baha antara tahun 1990 sampai tahun 2003 ;mobil-mobil
di U.S. malah membuat emisi Carbondioxide 25% lebih tinggi !!!!
Carbon dioxide emissions berbanding lurus dengan Fuel Economy ; yang
berarti dalam hampir 25 tahun telah terjadi "Stagnating Fuel Economy"
di U.S. yang notabene 99% mobilnya type gasoline car........;
Selengkapnya baca :
http://www.greencarcongress.com/2005/08/carbon_burden_f.html#more

Berbeda dengan negara-negara Uni Eropa ;mereka sangat serius membatasi
emisi Carbondioxide ini; Di U.K. malah ada level emisi carbondioxide
menentukan pajak yang harus dibayar pada mobil-mobil baru ; Uni Eropa
sudah menargetkan level max 140 g CO2 / km pada tahun 2010 ........
Dalam hal ini mobil-mobil diesel akan lebih mudah; karena punya Fuel
Economy lebih baik sehingga emisi carbondioxide nya cenderung lebih
rendah;

Apa hubungan "The Global Warming" ini dengan dengan Biodiesel ??
Biodiesel adalah biofuel yg re-newable ; dalam prosesnya tanaman selalu
memerlukan carbondioxide (+ sinar matahari) untuk proses
photosynthesis supaya dapat terus tumbuh .........Ada penelitian yang
menyimpulkan bahwa Carbon dioxide yang diperlukan untuk proses
photosynthesis ini (Yang kemudian membuat tanaman berkembang &
menghasilkan vegetable oil yang lalu diolah jadi biodiesel) jumlahnya
3-5 x lebih banyak dari hasil pembakaran biodiesel B100  ; Jadi
walaupun biodiesel juga menghasilkan CO2 dari pembakarannya
tapi karena "renewable" & dalam prosesnya malah membutuhkan CO2 dari
udara dalam jumlah lebih besar...;maka biodiesl ini bisa dibilang
jauh lebih ramah lingkungan..........

Ini berbeda dengan petro-diesel yang non re-newable & Proses
pembentukannya tidak memerlukan CO2 & perlu waktu ribuan tahun..........;

Biodiesel di Indonesia ?? Pada level harga minyak bumi US $ 65 seperti
ini; harga solarindustri  bakal terkerek sampai Rp 6000 lt (sekarang
sudah Rp 5480/lt) ; Pada kondisi ini tampaknya (khusus buat industri)
biodiesel sudah "feasible" secara ekonomis untuk dikembangkan ;

Bila mau paling murah ; mungkin dari jarak pagar (jatropha curcas)
yang bisa tumbuh dilahan kritis & gersang seperti di nusa tenggara ;
Minyak jarak nya sendiri termasuk non-edible (bukan minyak pakan)
sehingga punya commercial value lebih rendah.....dengan bahan yang
murah ;harga biodieslnya juga pasti lebih murah ; Sayabng efektivitas
per hektar nya cuma 1-2 ton ...;jadi diperlukan lahan yang luas untuk
budidayanya(ngga problem sih kalau lihat luasnya lahan kritis/non
produktif yg ada) ; Konon Grup Rajawali Nusantara sudah serius
mengushakan budidaya Jarak pagar ini untuk industri Gula nya ;
Harga Biodieselnya bisa Rp 3000 /lt atau kurang (separuh dari harga
solar industri yg masih aduhai kualitasnya)

Yang lebih siap & Lebih efisien + Punya kualitas lebih bagus adalah
dari Kelapa Sawit ; sebagai penghasil sawit terbesar no.2 didunia &
konon dalam 2-3 tahun mendatang bisa jadi No.1 ; Indonesia bisa
menghasilkan biodiesel dalam jumlah "giant" with excellent quality ;
Sekarang saja dengan rata-rata tiap hektar cuma menghasilkan 2-3 ton
CPO ;Indonesia sudah menghasilkan 15 juta ton CPO (2005) ; dengan
bibit unggul (bioteknologi)nantinya bisa dihasilkan sampai 6 ton per
hektar;dibanding dari jarak (cetane number 51);biodiesel dari sawit
punya cetane number lebih tinggi (53-65)

Harga ?? karena praktek dagang yg curang oleh negara industri terutama
U.S. (untuk melindungi petani Soybean disana) harga CPO cenderung
merosot jadi Rp 3400 /kg atau  Rp 3000/lt ; Harga minyak goreng curah
(di Makro Cibitung) bisa cuma Rp 4350 /lt (retail price) padahal
proses buat biodiesel dari CPO lebih sederhana dibanding buat minyak
goreng.............
Jadi harga biodiesel dari sawit (apalagi kalau pemerintah memberi
insentif ,"tax free" misalnya) masih bisa di bawah Rp 4000/lt....

Biodiesel....why not ??  Kita harapkan Pemerintah & swasta segera bisa
bekerja sama mewujudkan "bio fuel" yg bisa mengurangi ketergantungan
kita dari minyak bumi.......& sekaligus lebih ramah lingkungan.....

Sorry pak Moderator/OOT/Koreksi kalau salah

Regards

Hino

Wednesday, August 03, 2005

Tentang pembatasan usia mobil demi menghemat energy

Subject: [panther-mania] Re: OOT : Tentang pembatasan usia mobil demi
menghemat energy
Date: Friday 29 July 2005 10:05
From: "hinotantiyo"

Kalau tujuan untuk menghemat bahan bakar ; saya setuju regulasi ini
tidak akan efektif ;
Mobil seperti Suzuki Amenity atau Daihatsu Charade yang tahun 80 an
yang terawat baik konsumsi bbm nya masih mengkonsumsi 8 lt per 100 km;
Sementara mobil mobil baru sepertiInnova&APV perlu sekitar  12/13 lt
per 100 km ;yang lebih parah Innova 2.7 & Fortuner perlu sekitar 17 lt
per 100 km ; Mobil-mobil seperti Serena,Kuda bensin,CRV, X
Trail;Escudo XL 7 dll semua punya konsumsi bbm cenderung boros.....;
Apalgi si Cherokee,Terrano,Blazer dll........
Seharusnya kalau pemerintah mau "berhemat" & menerapkan budaya "hemat
energi" dinegara kita ; Tambahkan pajak "fuel economy tax" yang tinggi
buat mobil-mobil yang boros bbm seperti diatas (pada waktu beli baru)
+  pajak yg lbh mahal lagi waktu perpanjangan STNK........ini akan
lebih manjur.......
Kalau kita lihat gejala di masyarakat kita sudah "kurang sehat" ;
bisa beli mobil dengan harga tinggi tapi giliran beli bbm maunya murah
& disubsidi terus..........;
Yang paling penting Pemerintah harus mendorong masuknya mobil-mobil
yang benar-benar hemat bahan bakar agar APBN tidak jebol untuk subsidi
bbm saja.........

Sorry cuma pendapat pribadi

Regards

Hino

Kualitas Solar & Asap Knalpot

Subject: [panther-mania] Re: Asap knalpot Panther 2.5 = diakibatkan kualitas
solar
Date: Tuesday 02 August 2005 07:21
From: "hinotantiyo"

Solar DEX seperti juga diberitakan di tabloid Otomotif merupakan Low
Sulfur Diesel Fuel dengan kandungan Sulfur 300 ppm & Cetane Number 53;

Dengan spec seperti itu Solar DEX sudah bisa masuk spec. Diesel Fuel
yang sesuai dengan Euro 3 !!! dalam Diesel Fuel yg diregulasi Euro 3
kandungan max Sulfur 350 ppm dan Cetane Number min 49 ;

Dengan Solar DEX bila di pakai pada mobil Innova D4D,Fortuner D4D,MU 7
(dgn 4JJ 1 TC), D-Max(dgn 4 JK 1 TC),atau Peugeot 307 HDi,VW Carevelle
& VW Tuoareg dll ; emisi buang nya sudah akan masuk Euro 3 (Padahal
regulasi penuh untuk mobil diesel baru dimulai di Indonesia th 2007
dengan Euro 2);

Emisi buang ?? bandingkan dengan Solar sekarang (Sulfur max 5000 ppp;
average 2000 ppm) atau Premium (Sulfur max 2000 ppm;average 850 ppm)
maka Solar Dex akan jauh lebih "clean"

Rencana produksi ?? Mid of August 2005 ;dalam jumlah cuma beberapa
puluh kiloliter per hari & ada kemungkina dikilang di Dumai,Riau ;

Harga ?? konon berkisar Rp 4000/ lt ;  Bila All New Panther jadi
dibuat dengan mesin 2500 cc 4 JK 1 TC maka pemakaian bbmnya
(kombinasi)akan berkisar 1 lt untuk 16-18 km ; katakanlah ambil angka
1 lt untuk 16 km ; berarti biaya yang harus dikeluarkan untuk tiap km
(harga Solar DEX Rp 4000/lt) sekitar Rp 250 ; masih lebih murah
dibanding pakai ToKi EFI atau yang VVT-i (dimana harga Premium Rp 2400
& pemakaian bbm 1 lt untuk 8 km)yang perlu Rp 300 per km kalau pakai
Premium;

Kalau harga masih kemahalan buat pemakai mobil diesel juga masuk bisa
di "blend" antara solar biasa + solar DEX + racun-racun lain (BioAdd,
Red Line,Biodiesel dll)

Asap ?? pasti jauh berkurang.......turunnya kadar Sulfur akan secara
drastis menurunkan emisi particulate........

Koreksi kalau salah.....

Regards

Hino

Petro-diesel,Bio-diesel & Syn-Diesel /OOT

Subject: [panther-mania] Petro-diesel,Bio-diesel & Syn-Diesel /OOT
Date: Wednesday 03 August 2005 10:58
From: "hinotantiyo"

Harga minyak bumi mencapai record baru US$ 62 per barrel ; dengan
harga semahal itu ,harga bahan bakar diesel bisa mencapai lebih dari
US $ 75 per barrel ;Makanya pemerintah menaikkan lagi harga solar
untuk industri
menjadi Rp 5480 per liter !!!! mahal sekalee...........;Semua Industri
mulai menjerit................
Berikut kondisi bahan bakar diesel & alternatifnya ;

1.Petrodiesel ;
disini dikenal sebagai solar ; di kilang dari minyak bumi ;
Indonesia punya cadangan minyak bumi potensial sebesar 8,6 milliar
barrel & cadangan terbukti nya sekitar 6,1 milliar barrel ; Konsumsi
dalam negeri sekitar 400 juta barrel per tahun ; Jadi cadangan minyak
bumi disini bisa untuk 15-20 tahun lagi bila konsumsi nya flat seperti
sekarang ; atau 12-15 tahun lagi jila konsumsinya naik terus........;
Ada 7 pengilangan minyak disini (Pangkalan
Berandan,Plaju,Dumai,Balongan,Cilacap,Balikpapan & Sorong) dengan total
kapasitas penyulingan 1,05 juta barrel per hari ;
Kilang ke-8 ; Tuban sedang di bangun dan akan menyuling minyak dari Cepu
& Jeruk(Madura) yang baru ditemukan;akan menambah produksi minyak bumi
di Indonesia sekitar 200 ribu barrel per hari (sangat beruntung bisa
menambah "nafas" sebelum kehabisan bbm);
Diesel merupakan bagian yang paling banyak dipakai untuk industri
&transportasi dengan memakai sekitar 45 % dari total produk minyak
bumi yang diperlukan..........

2.Biodiesel ;
Termasuk Bio Fuel ;sekarang mulai popular di banyak negara ; Di U.S.
paling banyak dibuat dari minyak kedelai (soybean oil) ; di Eropa
dibuat dari minyak biji canola( Rape seed Oil) ; di India dibuat dari
minyak biji Jarak (Jatropha oil) ; Tapi semua produk diatas masih
kalah jauh dalam efisiensi per luas lahan dibanding biodiesel yang
dibuat dari minyak kelapa sawit (CPO) ; suatu produk yang melimpah di
indonesia (15 juta ton tahun 2005 ; 41 % world-market share & No.2 di
dunia) ; Biodiesel dari CPO bisa menghasilkan 4-6 x lebih banyak per
satuan hektar lahan bila dibanding komiditi lain & bisa dipanen
sepanjang tahun.............;
Dan Indonesia paling berpotesi untuk menjadi No.1 dalam beberapa tahun
mendatang kalau dilihat dari potensi lahan & tenaga kerja ; bahkan
memungkinkan punya market share lebih dari 50% bila dikembangkan
dengan serius...........; Biodiesel dari sawit yang dihasilkan pada
skala industri-besar bila didukung oleh pemerintah bisa mengshasilkan
biodiesel yang harganya lebih murah dari harga petrodiesel/solar
sekarang (Rp 5480/lt) dan kurang dari separuh harga biodiesel yang
dihasilkan negara Eropa atau U.S. dengan kualitas yang "excellent"
(zero aromatics,zero Sulphur content & cetane number 50-65).....
Dalam hal potensi biodiesel dari sawit saja Indonesia punya potensi
yang sangat besar & sulit ditandingi negara lain ; belum biodiesel
dari minyak Jarak (nusatenggara) atau kelapa(terutama sulawesi) yg
juga melimpah di Indonesia..............
Saat ini (2005) dihasilkan 3 juta ton biodiesl didunia dengan 70%
diantaranya dihasilkan negara-negara Eropa terutama Jerman,Perancis &
Italia

3.Syn-Diesel
Syn-Diesel dikenal sebagai synthetic diesel fuel  atau juga
Fischer-Tropsch  diesel fuel ;
Mulai banyak dikembangkan karena makin mahal & langka nya sumber
minyak bumi ;Sumbernya bisa dari Gas Alam (Gas to Liquid Syn-Fuel),
batubara (Coal to Liquid Syn-Fuel) dan bahan/sampah organics(Biomass
to Liquid Syn Fuel);
Sayangnya proses pembuatannya masih rumit & mahal ;teknologi yang
dipakai dikembangkan dari penemuan 2 ilmuwan Jerman lebih dari 80
tahun yg lalu (Fischer & Tropsch) tetapi dilupakan orang karena
ditemukan minyak bumi dalam jumlah sangat besar & ekonomis...
Mahalnya harga minyak bumi membuat banyak raksasa minya mulai melirik
alternatif ; diantaranya Royal Dutch Shell ;
Produksi skala raksasa  Syn-Diesel Fuel dari Natural Gas akan segera
terealisir pada suatu proyek raksasa di Qatar yang memang kaya akan
Gas Alam ;
Produksi skala raksasa Syn-Diesel Fuel dari Coal/batubara juga akan
segera terealisir pada proyel milliar dollar di China (yang tiap tahun
mengasilkan 2000 juta ton batu bara) ; bahkan negeri yang punya
cadangan devisa lebih dari US $ 750 billons itu sudah membuat target
ambisius untuk menghasilkan 1,2 juta barrel syn-fuel per hari dari
batubara.........& dengan devisa sebesar itu biaya tidak akan jadi
masalah buat negara yang "paling rakus" bbm itu...........;
Produksi dari biomass (dalam skala lebih kecil) banyak dikembangkan di
negara Eropa (terutama Jerman) & Jepang.............;Dari semua negara
industri ;Jerman (yang memang "biang"nya diesel) tampak yang paling
serius & maju dalam pengembangan biomass to liquid syn-fuel ini.....

Bagaimana dgn potensi Indonesia ??? Indonesia punya cadangan gas 188
TCF (trillions cubic feet) dan merupakan salah satu eksportir gas alam
paling penting didunia ; Dengan tingkat produksi 3 TCF per tahun maka
cadangan gas itu akan cukup untuk lebih dari 60 tahun........;
Cadangan Batubara lebih fantastis lagi ; konon antara 50-70 milliar
ton (Kalau kebetulan ke Sumatera Selatan atau Kalimantan ;maka tanah
yg kita injak didalanya ada batubara nya.....) dengan pemakaian cuma
135 juta ton per tahun ;itupun 75% di export ; Sayangnya 70% batubara
yang ada masih masih kategori batura "muda" yg punya kalor bakar
rendah & tidak punya "export value" yang bagus ;Tapi justru dengan
banyaknya batu bara yang kurang punya export value inilah dimungkinkan
adanya "value added" dengan mencairkannya & memprosesnya jadi Syn-Fuel
(terutama Syn-Diesel)....Dengan sumber yang melimpah,harga bisa
ditekan jadi lebih ekonomis........

Kualitas Syn-Diesel ?? diantara ketiga type diatas harus diakui "Syn
Diesel" is the best............;Syn Diesel punya Cetane Number 74
dan kadar aromatics,sulfur,nitogen & ash 0% sangat menurunkan kadar
polutan Particulate,NOx,CO,CO2 secara signifikan sekali (Pada
Biodiesel kadar Particulate,CO,CO2 juga turun tapi NOx agak naik) ; Di
Eropa mobil yang lolos Euro 3 bisa lolos regulasi Euro 4 bila pakai
Syn-Diesel tanpa modifikasi apapun !!!!!

Potensi Indonesia sangat besar (kita sangat beruntung) untuk
mengembangkan energi alternatif buat pengganti solar kita yang jorok &
& (akan) makin......cuma upaya harus segara dimulai sebelum sumur
minyak bumi disini benar-benar kering..............

Sorry Pak Moderator panjang banget/OOT ; koreksi kalau salah.......

Regards

Hino

The Fuel Economy Report in U.S./OOT

Subject: [panther-mania] The Fuel Economy Report in U.S./OOT
Date: Friday 29 July 2005 07:39
From: "hinotantiyo"

Lembaga EPA di Amrik baru membuat laporan tahunannya;Ada yang sedikit
menarik dalam laporan tersebut ; Mobil-mobil terbaru keluaran 2005 di
Amrik(yang 98%lebih type gasoline car) ternyata masih "berboros ria"
dalam pemakaian bahan bakar ; estimasi nya masih berkisar pada rata-rata
21 mile per gallon (8,9 km per liter) ; Yang mengejutkan angka ini
hampir "konstan" selama kira-kira 18 Tahun !! Apa yang yang terjadi
dengan "gasoline-vehicles technology ???" ;Apakah waktu yang demikian
panjang & kemajuan teknologi gasoline engine yang banyak di "promosikan"
pabrikan mobil secara faktual masih belum bisa memperbaiki
"Gasoline-Cars Fuel Economy".........;Selengkapnya bisa dibaca pada :

http://www.greencarcongress.com/2005/07/epa_2005_fuel_e.html#more

Sayang data ini belum bisa di compare "head to head" dengan
mobil-mobil 2005 yang dipasarkan di Eropa.....

Cuma Dept.Of Energy - United States pernah membuat statement bila
kondisi otomotif di U.S. seperti di Eropa maka setiap hari akan bisa
di hemat 300 000 - 350 000 barrel bahan bakar setiap hari !!!!!

Kalau kita amati hal yang sama terjadi pada kondisi Otomotif dinegeri
kita ; "Si Sejuta Umat" dari teknologi karurator ke EFI ke VVT-i juga
masih perlu sekitar 1 liter bbm untuk sekitar 8 km.......;
Dinegara yang tidak punya sumber minyak bumi & masyarakatnya kritis;
seperti Thailand  ; mereka lebih "care" dalam penghematan energy ;
Masyarakat di Bangkok yg berjulukan " The New Detroit City of South
East Asia" & industri Otomotif nya No.1 di Asia Tenggara ; lebih
memilih mesin-mesin diesel yang sangat efisien & hanya memerlukan
seaparuh bahan bakar untuk jarak tempuh yang sama dibanding mesin
bensin.......;
Karena itu dalam "the global projects" nya Toyota (IMV) ; mereka
memutuskan membuat untuk MPV & SUV mesin D 4D di Thailand sedang
mesin VVT-i di Indonesia !!!! Penjualan Fortuner yang "booming" di
Thailand konon 90% bermesin diesel!!! hasil uji disana cuma perlu 8 lt
bbm per 100 km untuk si D 4D Fortuner & 17 lt bbm untuk si VVT-i
Fortuner (yang disini laris manis sampai 2000 unit lebih di indent..)

Ditempat kerja saya sekarang sudah mulai mengganti armada si ToKi yang
boros dengan si Panther-Smart untuk antar jemput karyawan....; Fuel
Economy akan menjadi semakin penting & penting ; bbm akan makin mahal
& mahal ; cadangan minyak negara kita akan makin menipis & menipis...
Hemat energi .................
Sorry buat yg ngga berkenan ; Koreksi kalau salah/OOT

Regards

Hino