Panther Mania

Forum komunikasi bagi sesama pengguna Isuzu Panther, sekaligus sebagai tempat untuk bertukar informasi sekitar produk Panther.

Friday, June 17, 2005

PEMERINTAH RILIS PENGGUNAAN BIODISEL MINYAK SAWIT

Subject: [panther-mania] OOT: PEMERINTAH RILIS PENGGUNAAN BIODISEL MINYAK
SAWIT
Date: Friday 17 June 2005 09:19
From: Edwin Aldrianto

Mudah-mudahan, dengan dukungan pemerintah, harga biodiesel bisa bersaing
dengan petrodiesel...

http://www.bppt.go.id/berita/news2.php?id=577

BERITA BPPT

PEMERINTAH RILIS PENGGUNAAN BIODISEL MINYAK SAWIT
oleh Humas
Thursday 19th May, 2005 @ 10:20

Pemerintah pada Juni 2005 dijadwalkan merilis pemasyarakatan dan
penggunaan bahan bakar nabati (biodiesel) yang berasal dari minyak
kelapa sawit.

Pemanfaatan sumber energi terbarukan tersebut sejalan dengan kebijakaan
pemerintah mengurangi konsumsi minyak bumi. Menurut sumber Investor
Daily di pelaku industri minyak sawit nasional, pencanangan penggunaan
biodiesel minyak sawit secara nasional menurut rencana dilakukan oleh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber itu menyebutkan, penetapan biodiesel minyak sawit untuk konsumsi
nasional, didasarkan atas daya dukung kecukupan bahan baku berupa minyak
sawit mentah (CPO) di Indonesia. "Biodiesel bisa berasal dari minyak
kedelai, jarak, atau tetes tebu. Tapi, biodiesel dari minyak sawit
menjadi pilihan utama pemerintah," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/5).

Dia mengungkapkan, melihat tren penggunaan biodiesel yang akan meluas di
masa mendatang, sejumlah pelaku industri minyak sawit nasional berencana
menanamkan investasi baru untuk pabrik (plant) biodiesel. Di antara
mereka sangat serius, apalagi dengan adanya komitmen pemerintah untuk
mengerem konsumsi bahan bakar dari minyak bumi sehingga pada gilirannya
konsumsi biodiesel akan meningkat.

Sejauh ini di Indonesia belum ada pabrik minyak sawit yang juga
memproduksi biodiesel secara komersial. Produksi biodiesel dari minyak
sawit masih berskala laboratorium dengan penggunaan terbatas, seperti
dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Puspitek
Serpong, atau pabrik percontohan biodiesel milik Pusat Penelitian Kelapa
Sawit (PPKS) Medan, Sumatera Utara.

Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen CPO terbesar kedua setelah
Malaysia. Kedua negara menguasai sekitar 80% produksi minyak sawit
dunia. Tahun 2005, produksi CPO Indonesia diprediksi mencapai 13,6 juta
ton, naik dari tahun 2004 sebanyak 10,8 juta ton. Sedangkan produksi CPO
Malaysia tahun ini diprediksi naik 2% menjadi 14,6 juta ton.

Bukan Program Khusus

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Aburizal Bakrie saat meninjau
pabrik percontohan biodiesel PPKS Medan, Minggu (15/5), mengatakan bahwa
pemerintah akan menggalakkan pemakaian biodiesel minyak sawit. Apalagi,
harga energi terbarukan seperti biodiesel minyak sawit sudah mendekati
harga minyak bumi.

Namun Aburizal menegaskan, pengembangan biodiesel minyak sawit tidak
akan melalui program khusus. Namun, terbuka peluang penambahan areal
perkebunan kelapa sawit untuk mendukung pemasyarakatan biodiesel minyak
sawit. "Kalau tambahan 10% saja, ada tambahan sekitar 600.000 hektare
tanaman sawit hanya untuk biodiesel," ujarnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) Didiek
Hadjar Goenadi menyebutkan, energi terbarukan (renewable resources) ada
dua yang terkait dengan kegiatan pertanian, yakni biogas dan biofuel.
"Untuk biofuel, minyak kelapa sawit memiliki peluang sangat besar untuk
memberikan kontribusi terhadap bahan bakar pengganti atau substitusi
sebagian dari solar," katanya.

Tuntutan penggunaan energi terbarukan sangat mendesak karena sumber daya
minyak bumi di Indonesia semakin menyusut. Kendati ada sumber-sumber
lain yang tersedia, seperti gas dan batubara, Indonesia harus menyiapkan
alternatif energi terbarukan.

Menurut Didiek, biodisel minyak sawit memiliki keunggulan komparatif,
seperti kemampuan menekan tingkat polusi dan meningkatkan efisiensi
mesin. Bila mobil diesel menggunakan solar biasa, tingkat konsumsi
mencapai 1:13 (1 liter:13 kilometer/KM) tapi kalau campuran biodiesel
solar dengan perbandingan 10:90 (biodiesel 10%, solar 90%), itu tingkat
konsumsi menjadi 1:14 (1 liter:14KM).

Direktur PPKS Witjaksana Darmosarkoro mengatakan, pabrik biodiesel PPKS
memiliki kapasitas 1.000 kiogram (kg) per hari. Angka itu setara dengan
perkebunan kelapa sawit seluas 75-100 ha. Pabrik biodiesel PPKS dibangun
dengan komponen lokal, sehingga mudah diperoleh dan memasangnya.

Dia menambahkan, pemanfaatan biodiesel minyak sawit juga akan mendorong
perkembangan industri sawit nasional. Misalnya, perkembangan industri
sawit di Indonesia pada 2010 diperkirakan mencapai areal seluas 10 juta
ha dengan total produksi CPO 15 juta ton. "Melimpahnya produksi CPO
dikhawatirkan akan mengganggu harga CPO di pasaran. Terkait dengan itu,
pengembangan teknologi hilir, termasuk produksi biodiesel minyak sawit
diharapkan bisa menjadi stabilitator harga CPO," paparnya. (mas)

Sumber : Investor Daily (19/5/05)
*gh

0 Comments:

Post a Comment

<< Home